orang ngamuk
DITANGKAP : Pelaku perusakan mobil PLN ditangkap personel Polsek Beji.

RADARDEPOK.COM, BEJI – Aksi pengerusakan fasilitas negara terjadi di Kontrakan PLN Nomor 186, RT01/12, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji. 

Kapolsek Beji, Kompol Agus Khaeron mengatakan, seorang pria bernama Luki Fahrizal (30) mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas milik PLN, seperti kendaraan operasional dan bangunan di sana. 

“Pelaku merusak mobil dinas PLN dan kontrakan,” kata Kompol Agus, Minggu (14/11). 

Dia mengungkapkan, kejadian bermula karena pelaku Luki, memasuki kontrakan PLN. Dua orang penghuni kontrakan Drian (26) dan Benaso Daeli (29) menerima kedatangan tamu tak dikenal tersebut. 

“Saat masuk dalam kontrakan, pelaku duduk depan pintu, lalu diizinkan masuk. Pelaku lalu minta izin numpang salat,” ucapnya. 

Baca Juga : https://www.radardepok.com/2021/11/terlalu-panas-goreng-kerupuk-tiga-orang-jadi-korban-kebakaran/

Setelah selesai salat, pelaku meminta air putih kepada Benaso Daeli dilanjut dengan berbincang – bincang. Tidak cukup sampai di situ, pelaku juga minta ijin untuk merokok dan minta izin menyetel musik di kontrakan tersebut. Sayangnya, permintaan untuk menyetel musik tidak diizinkan. 

“Saksi yang curiga langsung meminta KTP pelaku. KTP tersebut difoto. Lalu saksi menanyakan maksud tujuan pelaku, pelaku mengaku mau ke Purwakarta,” lanjutnya. 

Dia menjelaskan, selanjutnya pelaku menanyakan identitas saksi Benaso, di situlah pelaku langsung mengamuk dan melakukan perusakan. 

“Saksi mengaku Kristen, sontak pelaku marah dan mengancam untuk memanah saksi, setelah itu saksi langsung melarikan diri,” bebernya. 

Kompol Agus menyebutkan, pelaku terus mengamuk sambil mencoba memecahkan kaca mobil dinas dengan paralaon, untungnya paralon itu pecah dan kaca mobil hanya mengalami sedikit keretakan. 

“Pelaku mengamuk sambil meneriakan nama Jokowi dan pekik takbir sambil mencoba merusak mobil milik PLN,” terangnya. 

Dia menambahkan, saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Beji untuk dilakukan pemeriksaan. 

“Pelaku dijerat Pasal 406 KUHP dengan tuduhan perusakan,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya