Mimbar Jumat KH A Mahfud Anwar
Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar (Ketua MUI Kota Depok)

Oleh : K.H.A.Mahfudz Anwar (Ketua MUI Kota Depok)

RADARDEPOK.COM – Sudah bukan rahasia lagi bagi kita semua bahwa sekarang ini manusia sudah memasuki era baru. Di mana manusia hidup di zaman modern yang serba cepat berubah. Segala sesuatu harus dihadapi dengan cepat. Kalau tidak cepat mengambil keputusan, maka akan ketinggalan dan terpental dari proses kehidupan. Maka siapa saja yang hidup di zaman modern ini harus mengikuti arus kehidupan yang mengalir deras, jika ingin tetap eksis dan sukses.

Dalam perjalanan yang serba cepat ini, maka tidak bisa dihindari  gesekan dan benturan kepentingan. Yang pada gilirannya menimbulkan dampak yang sangat dahsyat. Dan dampak itu pada akhirnya bisa menimbulkan berbagai macam penyakit fisik yang bisa merenggut ketenangan jiwa dan kerusakan organ fisik. Berbagai macam penyakit fisik timbul sebagai dampak dari stress yang dideritanya. Pada umumnya derita sakit lambung, sakit jantung, sakit migran dll. Dan penyakit yang umum diderita oleh sebagian masyarakat ini tidak lepas dari beratnya beban pikiran yang menghinggapi orang-orang yang berjuang mempertahankan hidup untuk berlomba-lomba meraih keuntungan duniawi.

Maka untuk menghindari gangguan jiwa dan fisik ini tidak bisa tidak harus mencari solusi yang tepat, dengan mengetahui sebab-sebabnya. Tentu saja bercermin dari pola hidup yang dialami dan dijalani selama ini. Berdasarkan banyaknya orang-orang yang berkonsultasi melalui WA (WhatsAapp) kebanyakan penderita mengalami gangguan fisik yang diakibatkan gangguan pikiran. Akibat dari keraguan ataupun kerancuan dalam berpikir. Seperti tidak ridla dengan keadaan yang dialaminya. Atau tidak ikhlas menerima takdir. Bahkan ada juga yang ragu terhadap ketentuan Tuhan atas dirinya, baik mengenai jodoh ataupun menyangkut masalah rezeki.

Masalah ini semua merupakan problematika manusia yang hidup di zaman modern. Sudah barang tentu menjadi pengecualian bagi orang-orang yang masih ada pada jalan Tuhan (fi sabilillah). Karena orang yang berjalan di jalan Tuhan selalu mendapat penerangan atau petunjuk jalan agar terhindar dari jeratan masalah yang melingkupi dirinya. Dengan panduan ayat-ayat suci Al-Qur’an atau pun tuntunan dari Nabi saw. Misalnya saja orang yang tidak ridla dengan suami yang diberikan oleh Tuhan untuknya. Dengan hati yang tidak pernah puas terhadap keberadaan suaminya. Dia menginginkan jodoh yang lebih dari jodoh yang sudah menjadi pasangan hidupnya. Dan jika tidak terpenuhi, maka kegelisahan yang dipendam itu, lama-lama akan menimbulkan sakit fisik seperti yang disebutkan di atas.

Solusinya adalah menyadarkan dirinya, bahwa manusia itu sudah diatur oleh Tuhan dengan aturan yang baku dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sehingga ridla pada ketentuan Tuhan yang sudah diberikan kepadanya. Dan belajar ridla inilah yang menuntut jiwa agar ikhlas menerima takdir. Dengan selalu mengingat kebaikan Tuhan yang telah memberi bagian yang terbaik untuk dirinya. Demikian juga problem yang sering dihadapi oleh suami adalah persaingan dalam perebutan jabatan di kantor ataupun kepastian rezeki yang diterimanya. Akibat dari masalah itu bisa menimbulkan jiwa yang kusut dan menambah cepatnya detakan jantung yang berakibat pada sakit jantung yang akut. Untuk itu Islam mengajarkan sikap Qana’ah (menerima apa adanya), tidak mencari-cari yang tidak ada, apalagi mencari sesuatu yang mustahil diraihnya.

Dan hal ini bisa dimulai dari belajar bersyukur. Mensyukuri setiap nikmat yang diterimanya, sekecil apapun nikmat, hendaknya disyukuri sebagai ungkapan terimakasih pada Tuhan yang telah menganugerahkan nikmat kepadanya. Juga sabar menghadapi setiap masalah dengan selalu bersandar kepada Allah swt. Karena hanya Allah swt. yang Maha Mengetahui problem kita dan Dia pula yang bisa mengeluarkan kita dari setiap jengkal masalah yang kita hadapi. Wallah a’lam.(*)

Editor : Fahmi Akbar