jalan kecamatan
MAU DIPAGAR : Akses jalan masuk ke Kecamatan Limo, bakal dipagar lagi sama pemilik lahan yang menang dalam Pengadilan Negeri (PN) Depok. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Polemik lahan akses jalan masuk menuju Kantor Kecamatan Limo ternyata belum juga tuntas. Suganda selaku pihak yang mengklaim lahan yang digunakan sebagai akses jalan Kecamatan Limo, bakal menutup akses jalan tersebut. Aksi itu akibat Pemkot Depok dinilai tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan lahan yang sempat masuk ranah peradilan.

“Di pengadilan kami menang dan pemkot diminta untuk membayar lahan kami itu, tapi sampai sakarang tidak ada tindak lanjut yang jelas. Jadi apakah salah kalau kami kembali menutup akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, yang notabene merupakan tanah milik kami ?,” ujar Suganda kepada Harian Radar Depok, Rabu (3/11).

Menurutnya, selama ini dia sudah cukup sabar menunggu penyelesaian masalah lahan miliknya yang bertahun tahun digunakan untuk akses jalan Kantor Kecamatan Limo. Namun, tak ada progres penyelesaian yang jelas. Hal ini yang menjadi dasar baginya untuk kembali menutup akses jalan tersebut.

“Jangankan dibayar, kabarnya pun sudah tidak ada lagi. Wajar dong kalau saya kembali mengambil sikap tegas. Asal tahu saja sampai kapanpun saya akan terus pertahankan hak kami ini, ” katanya.

Dia menambahkan, sudah lebih dari tiga tahun pihaknya menunggu penyelesaian permasalahan lahan milik keluarganya yang puluhan tahun dipakai untuk akses jalan Kantor Kecamatan Limo. Namun, sampai sekarang tidak juga ada titik terang yang pada penyelesaian masalah.

Selain akan melakukan penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, Suganda juga berencana akan menggugat tiga pemilik rumah dilokasi tanah yang menurutnya juga marupakan tanah milik orang tuanya.

“Ya, lahan kami yang ditempati tiga rumah itu akan kami gugat juga, tapi nanti setelah urusan tanah kami yang dijadikan jalan kekantor Kecamatan selesai,” tutup Suganda.(van/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani 

Editor : Fahmi Akbar