gunung semeru
Gunung Semeru Erupsi, Sabtu (04/12).
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, MALANG – Hujan abu dari erupsi Gunung Semeru mencapai wilayah Ampelgading, Kabupaten Malang. Namun, kondisinya tak separah di wilayah Kabupaten Lumajang.

“Di sini hanya hujan abu saja, tipis dan pekat. Dan masih aman,” kata Camat Ampelgading Ahmad Sofie, Sabtu (4/12).

Ia menjelaskan wilayah Ampelgading sedang diguyur hujan ketika Gunung Semeru erupsi, sehingga aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tak terlihat jelas.

“Di sini lagi hujan, meski tidak lebat. Jadi tak begitu parah hujan abunya. Berbeda dari Lumajang,” jelasnya.

Dia menyebut ada dua desa di wilayah Kecamatan Ampelgading yang dekat dengan Kabupaten Lumajang, yakni Desa Tamansari serta Desa Argoyuwono, tapi sampai saat ini belum ada laporan terdampak erupsi.

Baca Juga  Indonesia Negara Tersantai, Ditunjang dengan Lingkungan yang sangat bersahabat dengan Alam

“Saya pastikan wilayah Ampelgading aman, baik dua desa yang berdekatan dengan Lumajang,” katanya.

Sofie menyatakan terus memantau kondisi wilayah mereka dari dampak erupsi Gunung Semeru bersama BPBD Kabupaten Malang.

“Kita pantau terus, dan belum ada warga Lumajang yang mengungsi ke sini,” pungkasnya.

Gunung Semeru tercatat menggugurkan awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB.

Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Dampak erupsi paling parah dirasakan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Diketaui dua kecamatan di Lumajang gelap gulita, yakni Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. (rd/net)

Baca Juga  Ini Cara Ibu Hamil dan Balita Bisa dapat Rp 6 Juta dari BLT

 

Editor : Pebri Mulya