bayi stunting sawangan baru
TUNJUKKAN MAKANAN : Kasi Pelayanan Masyarakat Kelurahan Sawangan Baru, Yesiwar bersama Kader Validator Stunting Kelurahan Sawangan Baru, Neneng Parwanti memperlihatkan menu makanan sehat untuk anak stunting.

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN BARU – Berdasarkan laporan Kader Validator Stunting Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan ada 44 balita di bawah usia 24 bulan yang mengalami kondisi gagal tumbuh kembang (stunting).

“Hasil validasi yang kami lakukan di Sawangan Baru, jumlah anak stunting yang diikutsertakan dalam program pendampingan sebanyak 44 dari 115 anak. Usia mereka di bawah 24 bulan,” kata Kader Validator Stunting Kelurahan Sabar, Neneng Purwanti, Rabu (01/12).

Dia mengungkapkan, untuk menyelamatkan tumbuh kembang 44 balita tersebut, pihaknya sudah melakukan pendampingan. Mulai dari memberikan penyuluhan kepada orang tuanya, di antaranya memberitahukan tentang pola makan anak yang sehat dan makan makanan bergizi agar anaknya tumbuh sehat, serta memberikan makanan sehat dan penuh gizi selama 12 untuk anak yang menderita stunting.

“Sampai sekarang ini sudah hari ke-8, ada empat anak yang selalu didampingi kader validasi stunting untuk diberikan makan sehat,” kata Neneng.

Dia menjelaskan, dari ke empat anak yang sedang dalam pengawasan mereka ini, berat badan bayi usia 16-18 bulan hanya 8 Kg, namun ketika diberikan makan makanan sehat secara berangsur naik berat badan naik menjdi 8,3 kg. kemudian dari 7,8 kg sekarang ini menjadi 8,2 kg.

Baca Juga : Pembobol ATM : Diancam 7 Tahun, Divonis 10 Bulan

Namun makanan sehat tersebut jumlahnya terbatas hanya untuk empat anak dengan jumlah empat porsi yang dibiayai dari Kelurahan Sawangan Baru untuk 12 hari.

“Pembertian makanan sehat masih terus dilakukan hingga 12 hari,” tandasnya.

Menanggapi data tersebut, Lurah Sawangan Baru, Rahwana mengaku tidak sependapat dengan jumlah bayi stunting yang disebutkan. Menurutnya, angka stunting di wilayahnya tidak sebanyak itu.

“Itu kan menurut info yang belum akurat. Memang kami akui, tidak mungkin kelurahan kami nol kasus stunting, tapi tidak sampai 44 anak juga,” ucapnya.

Dia menuturkan, diduga ada kekeliruan dalam proses penimbangan balita dikarenakan alat pengukur yang tidak akurat.

“Menurut dokter dari UPTD Puskesmas Sawangan, ada kemungkinan kesalahan pengukuran yang dilakukan  kader. Bisa jadi saat akan ditimbang balita bergerak atau meronta sehingga angkanya berubah – rubah,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk melakukan pengukuran yang lebih akurat, pihaknya sedang mencari alat pengukur yang lebih akurat sehingga tidak ada kesalahan pengukuran.

“Kita lagi mencari alat pengukur yang standar,” tutupnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya