mengatur ganjil genap depok
ATUR : Suasana uji coba ganjil genap di Jalan Margonda Raya, dekat Simpang Ramanda, nampak petugas tengah mengatur arus lalu lintas, Sabtu (04/12). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penerapan Uji Coba Ganjil Genap Kota Depok di sepanjang Jalan Margonda Raya mulai dilakukan hari ini, Sabtu (4/12). Sejumlah pengendara memberikan respon terhadap pemberlakuan aturan tersebut. 

Pengendara mobil berpelat genap, Musa menjelaskan, pelaksanaan Uji Coba Ganjil Genap justru menimbulkan masalah baru lalu lintas. Sebab, kemacetan timbul lebih parah, ketimbang sebelum pembatasan ini dimulai. 

“Arus lalu lintas hari ini jauh lebih padat dibandingkan minggu lalu. Perbedaannya sih kepadetan itu lebih berasa, dibanding Sabtu Sabtu minggu lalu,” kata Musa kepada Radar Depok, Sabtu (04/12). 

Menurutnya, aturan ganjil genap kurang efektif jika diberlakukan di Kota Depok. Jika dampak dari kebijakan tersebut tidak baik, maka petugas perlu melakukan pengkajian ulang. 

“Kalau menurut saya pribadi kalau untuk di Depok sih kurang (ganjil genap). Masukan saya coba diterapin dulu aja gapapa, cuma kalau memang dampaknya gak bagus paling dikaji ulang lagi,” bebernya. 

Sementara itu, pengendara mobil berpelat Ganjil, Amal mengaku belum mengetahui ada uji coba ganjil genap hari ini di Jalan Margonda Raya. Kepadatan arus lalu lintas atas uji coba ganjil genap ini memang terbukti adanya. 

“Belum. Kirain saya ada apa di depan ternyata ada ganjil genap. Jadi agak padat,” ucapnya.

Amal menerangkan, kebijakan ganjil genap di Kota Depok lebih baik tidak diberlakukan ketika weekend atau akhir pekan. Karena hal itu malah membuat lalu lintas menjadi tersendat.

“Jangan weekend. Kalau weekend malah jadi tersendat,” jelasnya. 

Terpisah, hal yang berbeda dikatakan oleh pengendara mobil lainnya, yaitu Fitra yang justru setuju adanya kebijakan ganjil genap di Kota Depok. Tetapi, menurutnya Pemerintah perlu melakukan sosialisasi sebelum kebijakan ini diberlakukan. 

“Gak ada pemberitahuan sebelumnya, saya setuju saja yang penting harus ada sosialisasi. tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syasifullah

Editor : Pebri Mulya