klarifikasi BPJS

RADARDEPOK.COM – Sejak diluncurkan pada 1 Januari 2014, Program JKN-KIS tanpa henti menebarkan manfaat dalam memudahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan dengan baik. Dengan manfaat yang begitu besar, maka tak heran jika kepesertaan Program JKN-KIS bertumbuh dengan pesat. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah kepesertaan Program JKN-KIS per 31 Oktober 2021 telah mencapai 226.360.454 peserta.

Dengan jumlah kepesertaan yang begitu besar, BPJS Kesehatan terus berupaya untuk menjaga layanan agar peserta JKN-KIS dapat tetap terlayani dengan baik. Berbagai langkah strategis pun kerap ditempuh. Salah satunya dengan memperbanyak fasilitas kesehatan yang bekerjasama, serta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan tersebut untuk memastikan peserta JKN-KIS diberikan pelayanan yang terbaik.

Menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait kasus yang dialami oleh Edi Sunandar, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Elisa Adam menjelaskan bahwa sesuai Pasal 47 ayat (1) huruf b poin 7 Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, rehabilitasi medis merupakan pelayanan kesehatan yang dijamin dalam Program JKN-KIS. Lebih lanjut, secara rinci pelayanan fisioterapi diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Fisioterapi.

“Pelayanan pengobatan pasien ditentukan oleh dokter sesuai indikasi medis. Hal ini dikarenakan dokter merupakan pihak yang melakukan pemeriksaan kepada pasien. Sehingga merupakan pihak yang mengetahui kondisi pasien dengan baik. BPJS Kesehatan juga memiliki Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan pada setiap rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan baik secara onsite maupun online. Bila peserta mengalami kendala saat melakukan pengobatan, maka dapat menghubungi petugas tersebut. Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan BPJS Kesehatan senantiasa membantu peserta agar dapat berobat dengan baik,” ujar Elisa, Kamis (02/12).

Elisa juga menuturkan bahwa saat ini BPJS Kesehatan telah melakukan konfirmasi dan edukasi kepada peserta Edi Sunandar. Edi pun telah memahami dan merasa berobat dengan Program JKN-KIS sangat bermanfaat. Serta kondisi Edi saat ini sudah lebih baik berkat serangkaian pengobatan yang telah dijalani.

“BPJS Kesehatan senantiasa berupaya menjaga dan meningkatkan mutu layanan kepada peserta melalui pengembangan teknis operasionalisasi sistem pelayanan kesehatan, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS. Namun Program JKN-KIS merupakan program bersama dimana banyak pihak yang terlibat didalamnya, termasuk peserta. Untuk itu mari kita bersama mendukung dan mengawal program ini agar menjadi lebih baik lagi,” tutup Elisa. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya