seminar AIDS
Dr. dr. Robiatul Adawiyah, M.Biomed, Sp.ParK  sedang memberikan materi berjudul Infeksi Jamur Oportunis pada HIV-AIDS yang Disampaikan pada Seminar Awam Memperingati hari AIDS.

RADARDEPOK.COM – Dalam rangka hari AIDS sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember, dosen Program Studi Spesialis Parasitologi Klinik (SpParK ) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang diwakili oleh Dr. dr. Robiatul Adawiyah, M.Biomed, Sp.ParK  menjadi narasumber webinar awam dengan tema, “Peduli Sehat ODHA: Kenali dan Cegah Infeksi Parasit Dan Jamur Oportunis Pada HIV-AIDS”.

Dalam kegiatan tersebut topik yang Robiatul Adawiyah bawakan materi berjudul “Infeksi Jamur Oportunis pada HIV-AIDS”.

Kegiatan seminar awam yang berlangsung pada 5 Desember 2021 ini, diselenggarakan oleh Perhimpunan Mikologi Kedokteran Manusia dan Hewan (PMKI), Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Parasitik Indonesia (P4I), Perhimpunan Dokter Spesialis Parasitologi Klinik Indonesia (PDSPARKI) dan bekerja sama dengan Alomedika.

Webinar awam ini mengundang tenaga kesehatan, anggota organisasi profesi Kesehatan, serta disebarluaskan melalui media sosial untuk masyarakat umum.

“Jamur yang dapat harus diwaspai pada Orang dengan HIV AIDS (ODHA) adalah Candida sp., Cryptococcus sp., Pneumocystic jerovecii, Histoplasma sp., Talaromycess sp. Dan Emergomyces sp.  Sayangnya pemeriksaan infeksi jamur masih sangat terbatas. Di Jakarta,  salah satu laboratorium yang melakukan pelayanan pemeriksaan infeksi jamur adalah Laboratorium Parasitologi Klinik di FKUI” ujar dr. Adah

Selain jamur, patogen dari kelompok parasit juga dapat menginfeksi ODHA yang sering disebut sebagai parasit oportunistik. Parasit tersebut adalah Crytosporidium dan Toxoplasma. Layanan pemeriksaan parasit dan jamur terutama dari kelompok oportunistik masih sangat terbatas di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Prodi SpPArk, dr. Ika Puspa Sari , SpParK menjelaskan, kemampuan mendiagnosis parasite dan jamur oportunistik menjadi bagian dari kompetensi lulusan peserta didik Prodi SpPark.

“Harapannya Ketika lulus nanti  dokter lulusan SpPark dapat melakukan dan membuka layanan pemeriksaan infeksi parasit dan jamur termasuk kelompok oportunistik sehingga membantu klinisi mendiagnosis penyakit dan memberikan tatalaksana dengan lebih tepat,” katanya. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya