korban erupsi gunung semeru
Korban erupsi Gunung Semeru, Sabtu (05/12).

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Sebuah video pendek beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga berlarian menyelamatkan diri dari awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Sabtu (04/12) sore sekitar pukul 15:30 WIB.

Di video lainnya terlihat warga dengan menggunakan sepeda motor dan mobil berusaha menjauh menghindari guguran awan panas.

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah korban luka bakar akibat terkena awan panas dan material abu vulkanik letusan Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hingga Sabtu (04/12) malam berjumlah 45 orang.

“Sementara ini luka bakar 45 orang, yang berat dan dirujuk ke RSUD dan RS Bhayangkara 17 orang,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Mayoritas korban luka bakar diperkirakan tertimbun material letusan Gunung Semeru yang melanda empat wilayah RT di satu RW.

“Kondisi gelap, tidak bisa melarikan diri. Situasi belum aman. Juga diperkirakan banyak pekerja tambang pasir terperangkap,” kata Menkes.

Menkes Budi menjelaskan, berdasar laporan yang diterima, rata-rata korban menderita luka bakar grade 2A-B.

Luka bakar di atas 50 persen dialami enam orang, korban yang dirawat di ICU sebanyak empat orang.

Seorang korban harus dirujuk ke RSUD dr Haryoto Lumajang, karena membutuhkan infus vena sentral untuk penanganan medis terhadap lukanya.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar melaporkan, ada satu korban jiwa dalam peristiwa letusan Gunung Semeru. Sedikitnya 10 orang belum bisa dievakuasi dari Dusun Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, karena kondisinya masih rawan.

“Masih ada sekitar 10 orang yang belum bisa dievakuasi karena lokasinya agak sulit. Evakuasi lamban karena mobil tidak bisa masuk ke lokasi yang kondisi lumpurnya setinggi sampai lutut kaki,” kata Wabup Indah.

Indah mengatakan di Dusun Curah Kobokan yang lokasinya paling dekat dengan Gunung Semeru terdapat lebih kurang 300 Kepala Keluarga (KK) yang sebagian besar sudah mengungsi.

Wabup Indah menyebut hampir semua rumah di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, hancur terkena material letusan Gunung Semeru.

Kerusakan jembatan juga terjadi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, yang memutus akses tunggal antara Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang.

Jembatan Geladak Perak itu putus dihantam aliran lahar Semeru yang sangat deras.

Di Desa Sumberwuluh yang terdapat area tambang pasir, dilaporkan ada dua orang yang hilang dan sampai saat ini belum ditemukan. Selain itu, ada sekitar delapan orang yang terjebak di kantor milik perusahaan tambang.

“Jadi sekitar delapan orang di sana dan kami tidak bisa menghubungi karena HP-nya tidak bisa dihubungi tadi sore. Sempat bisa mengirimkan video minta tolong untuk bisa dibantu,” katanya.

Tetapi relawan tidak bisa mengevakuasi karena lahar panas sudah di sana.

“Kami menunggu surutnya, mudah-mudahan mereka masih selamat,” kata Wabup Indah.

Letusan Gunung Semeru juga menyebabkan aliran listrik padam. Wilayah sekitar Semeru pun gelap gulita dan menyulitkan proses evakuasi.

Hingga Sabtu malam, petugas PLN bekerja keras melakukan pemulihan. PLN mengklaim telah memulihkan 30 dari total 112 gardu listrik yang terdampak letusan Gunung Semeru.

“Kami telah memulihkan dan menyalakan kembali 30 gardu terdampak. Hasilnya sudah ada 7.508 pelanggan terdampak telah mendapatkan suplai listrik,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Adi Priyanto.

Sebanyak 112 gardu terdampak erupsi menyebabkan sekitar 30.523 pelanggan mengalami pemadaman listrik.

PLN masih berupaya memulihkan 82 gardu distribusi dan 23.015 pelanggan yang terdampak pemadaman listrik.

“Beberapa daerah yang masih padam belum dapat dijangkau oleh petugas PLN karena adanya akses jalan utama yang putus akibat lahar dingin, seperti Jembatan Perak Piket Nol,” kata Adi. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya