pengungsi gunung semeru
Para pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (04/12).

RADARDEPOK.COM – Sampai Minggu (05/12) sore, tercatat warga terdampak erupsi Gunung Semeru mencapai 5.205 jiwa.

“Jumlah masyarakat yang terdampak, baik itu awan panas, guguran di 2 kecamatan, kemudian masyarakat terdampak debu vulkanik di 8 kecamatan itu, total 5.205 jiwa,” kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Dari jumlah yang terdampak tersebut, 1.300 orang di antaranya telah mengungsi. Jumlah warga yang mengungsi ini didapatkan langsung dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto yang sedang berada di lokasi.

“Dengan 1.300 orang di pengungsian ini juga bertambah dari rilis yang kita keluarkan tadi siang sejumlah 902. 1300 orang ini merupakan informasi juga langsung dari Kepala BNPB dari lokasi terdapat di Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Kemudian, dari ribuan warga terdampak tersebut, 9 orang di antaranya masih dalam proses pendataan status korban. Sebab, BNPB hingga kini belum menerima informasi pasti mengenai 9 orang tersebut.

Baca Juga : Sejarah Erupsi Gunung Semeru, Hingga Kini Sedang Berstatus Level II

“Dari jumlah tersebut masih ada 9 jiwa yang saat ini masih dalam proses pendataan status korban, apakah hilang atau korban meninggal, ini masih dalam pendataan. Kita belum menerima informasi yang detailnya seperti tadi disampaikan oleh bapak,” kata Abdul.

Saat ini, jumlah korban jiwa juga bertambah. Per pukul 17.30 WIB pada 5 Desember 2021, ada 14 orang yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru.

“Pukul 17:30 (Minggu, 05/12) ini jumlah korban meninggal dunia terdata hingga saat ini berjumlah 14 orang,” ungkapnya.

Sementara, untuk korban luka saat ini berjumlah 56 orang. 35 orang di antaranya luka berat, dan 21 orang luka ringan.

“Kemudian untuk perkembangan data korban luka berat di rumah sakit Dr Haryoto itu berjumlah 8 orang, RSUD Pasirian 16 orang, RS Bhayangkara ada 3 orang, Puskesmas Penanggal 8 orang dengan total korban luka berat 35 orang. Adapun untuk luka ringan itu berjumlah 21 orang sehingga jumlah total korban korban luka itu berjumlah 56 orang,” tutur Abdul.

“Angka ini juga berkurang dari rilis yang kita keluarkan dari siang sejumlah 69 orang. Artinya angka yang 56 orang ini adalah hasil dari informasi juga langsung dari Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto yang saat ini sedang berada di lapangan dan meninjau korban di beberapa lokasi,” sambung dia. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya