Anggota DPRD Provinsi Jabar, M. Faizin. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejak menerjang Indonesia pada awal Maret 2020, pandemi Covid-19 meluluhlantakkan multi sektor. Untuk itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Faizin terus mendorong agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengoptimalkan anggaran dan memprioritaskan pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19.

“Salah satu siasat terbaik yang bisa diambil pemerintah daerah saat ini yakni optimalisasi anggaran untuk pemulihan ekonomi. Jadi yang dapat kita lakukan saat ini adalah memastikan agar alokasi anggaran untuk pemulihan ekonomi benar-benar optimal,” kata Faizin.

Faizin menjelaskan, Pemprov Jabar mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) demi pemulihan ekonomi. Apalagi Bank Indonesia telah menyatakan ekonomi Jabar mulai stabil.

“Pemulihan ekonomi harus menjadi prioritas. Sebab, pandemi Covid-19 meluluhlantakkan semua sektor, ekonomi dulu harus dibenahi,” jelas Anggota Komisi IV DPRD Jabar tersebut.

Faizin mengungkapkan, ada tiga skenario pemulihan ekonomi Jabar, yakni penyelamatan, pemulihan dan penormalan dengan fokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya.

“Skenario pertama merupakan penyelamatan terfokus pada tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan menghidupkan kembali UMKM yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19,” paparnya.

Faizin menerangkan bahwa UMKM adalah sebuah kelompok ekonomi yang sangat strategis dan penting di Indonesia. Untuk mempercepat pergerakan ekonomi, maka perlu ada peningkatan kegiatan dari sebelumnya masih terbatas.

Kemudian, skenario kedua yakni pemulihan yang berfokus pada penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha, membuka bisnis, berinvestasi, dan membuka industri besar.

Dia mengharapkan pemulihan ekonomi di Jawa Barat bukan hanya dirasakan segelintir daerah atau pengusaha, melainkan bisa merata. Dengan begitu pertumbuhan bukan hanya terlihat pada UMKM atau daerah yang sama, namun juga merata bertumbuh dan mendapatkan investasi.

“Investor bisa terus masuk ke Jabar terutama untuk UMKM dan juga pariwisata sehingga Jabar bisa mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan penanaman modal tertinggi. Jabar menjadi daerah yang sangat prospektif untuk investasi apalagi dengan infrastruktur yang baik dan populasi yang besar,” katanya.

Selanjutnya, sambung dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini, skenario ketiga adalah penormalan dengan fokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya secara normal, termasuk pengembangan infrastruktur melalui KPBU dan obligasi.

“Sejumlah program pun terus diakselerasi di wilayah tersebut, mulai dari pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS), pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), hingga pengembangan desa-desa wisata,” tutur Faizin.

Legislator dengan Jargon ‘Santri Milenial’ ini pun mengajak masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan (Prokes) dan ikut program vaksinasi. Sebab, harus diakui bahwa belum ada yang bisa memprediksi kapan berakhirnya pandemi Covid-19 dan demi kemaslahatan bersama.

”Terus disiplin menerapkan Prokes dan Semoga Covid-19 ini segera berlalu dan bangsa Indonesia dapat terus melanjutkan pembangunan,” harap Faizin. (adv)

Editor : Ricky Juliansyah