boks semeru
BAWA : Fadli (40), seorang korban erupsi Gunung Semeru di Kampung Renteng Desa Sumberwuluh Kecamatan Candi Puro Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur harus merelakan seluruh perabotan rumah serta peternakannya tertimbun material vulkanik. Hanya dua pas foto keluarga yang bisa terselamatkan.  FOTO: WAHYU/RADAR SUKABUMI

RADARDEPOK.COM – Setelah melewati perjalanan selama 21 jam, rombongan Gerakan Anak Negeri untuk Kemanusian akhirnya tiba di Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12) siang. Tepatnya di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Wilayah ini, merupakan kawasan yang paling  terdampak erupsi awan panas guguran Gunung Semeru.

Laporan : Wahyu dan Nur Arifin, Lumajang

Fadli hanya bisa tertegun. Rumahnya kini ‘tenggelam’ oleh abu. Dia sampai tidak bisa menemukan lagi pintu masuknya. Sejak ditinggalkan pada Sabtu (4/12) petang, rumah itu, memang tidak berpenghuni. Dia pun berusaha memaksa masuk.  Untuk melihat barang apa saja yang bisa diselamatkan. Setelah beberapa menit, pria 45 tahun itu keluar membawa dua bingkai foto keluarganya. “Hanya ini yang bisa diselamatkan,” ujarnya saat berbincang dengan Gerakan Anak Negeri.

Tempat tinggal Fadli merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak erupsi Semeru. Yakni, Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Candipuro.  Lokasinya tak jauh dari posko Gerakan Anak Negeri yang berada di Kampung Sumberwuluh. Butuh waktu 10-15 menit bagi Gerakan Anak Negeri ke lokasi yang terdampak.

Fadli memeberkan saat kejadian, dia masih berada di rumah bersama istrinya Satimah (40) dan dua anaknya. Sekitar pukul 16.00, cuaca tampak berubah. Langit tiba-tiba menjadi gelap. Suar riuh dari luar rumah begitu ramai. Hujan abu tiba-tiba menyapu. Semeru Erupsi.“Saya langsung nyalakan motor. Anak-anak dan istri langsung saya tarik untuk selamatkan diri,” imbuhnya.

Kini, dia tak bisa berbuat banyak, rumahnya sudah tertelan abu. Begitu juga hewan ternak yang menjadi salah satu mata pencaharian utamanya. Dia hanya bisa berharap bantuan dari pemerintah.  “Saya berharap kepada pemerintah bisa mendapatkan tempat baru,” lirihnya.

Selain kehilangan rumah, tak sedikit warga juga yang harus berjuang dengan maut karena berusaha menyelamatkan diri saat erupsi terjadi. Tim Gerakan Anak Negeri pun membuka posko kesehatan bagi warga yang terdampak erupsi.

Saat ini, posko kesehatan baru tersedia di Dusun Sumberwuluh Tengah, RT 02/02, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Tepatnya di sebelah Musala Alfalah, belakang Kantor Desa Sumberwuluh.

Tadi malam, rombongan Gerakan Anak Negeri bergerak ke kampung Sumbermujur. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari posko pertama. Wilayah ini, belum terjamah tenaga medis. “Informasi yang kami terima ada puluhan pengungsi yang membutuhkan tenaga medis.  Saat ini kami sedang menuju ke lokasi,” ujar Koordinator Tim Gerakan Anak Negeri untuk Korban Semeru, Iqbal Muhammad.

Saat berita ini ditulis, rombongan Gerakan Anak Negeri masih dalam perjalanan ke kampung Sumbermujur. Hujan yang mengguyur kawasan tersebut membuat perjalan tim tersendat. “Semoga kami bisa tembus ke lokasi dan bisa memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan,” pungkas pria yang juga jabat Pimpinan Redaksi Radar Depok ini. (why/fin/rd)

Editor : Fahmi Akbar