ilustrasi umrah
ILUSTRASI : Persiapan keberangkatan jamaah dalam menunaikan ibadah di Negeri Arab Saudi, di Kantor Kementrian Agama Kota Depok, Kawasan Bulevard GDC sebelum pandemi. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Jamaah umrah Kota Depok dipastikan Desember 2021 belum ada yang berangkat. Alasannya variatif. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok misalnya, kewenangan umrah berada di pusat. Lalu, agen travel dan umrah di Depok menilai kuota keberangkatan belum mendapatkan jatah. Padahal, Kemenag memastikan 18.752 jamaah diberangkatkan pada Desember 2021 ke Tanah Suci.

Kepala Kemenag Kota Depok, Asnawi mengaku, belum tahu berapa jumlah jamaah Umrah di Depok yang akan diberangkatkan pada Desember ini.  “Kita belum tahu, sedang dikonfirmasi dulu ke Kemenag Pusat,” kata Asnawi kepada Harian Radar Depok, Selasa (30/11).

Dia mengaku, kewenangan umrah ini merupakan ranah Kemenag Pusat dan langsung ditujukan ke Asosiasi Travel dan Umrah di Indonesia. “Jadi memang untuk Umrah ini bukan ranah kita, itu langsung dari Kemenag ke Asosiasi Travel dan Umrah yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Terpisah, Menejer Hubungan Eksternal  PT Inti Umul Quro, selaku agen Travel dan Umrah yang berlokasi di Kelurahan Kukusan, Ahmad Kosasih mengatakan, pihaknya tidak mengirimkan jamaah umrah pada Desember ini. “Tahun ini kita belum mengirim jamaah untuk umrah, kita masih menunggu perkembangan dulu,” tuturnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan inforamsi yang di dapat, Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota untuk 1.400 jamaah di Indonesia. Akan tetapi jumlah 1.400 ini diutamakan bagi pendamping umrah dari masing–masing asosiasi travel umrah. “Sebenarnya kuota umrah Desember ini untuk pembimbing semua, belum untuk jamaah. Kalau berhasil baru nanti jamaah yang berangkat. Kita lihat aja Januari 2022, mudah–mudahan kuotanya ditambah Pemerintah Arab Saudi. Karena kalau hanya 1.400, untuk jamaah Kota Depok saja kurang,” bebernya.

Dia menambahkan, pihaknya juga tidak akan mengirmkan pembimbing untuk umrah, lantaran terbenturan anggaran. Sebenarnya dari asosiasi dapat jatah satu orang pendamping untuk berangkat. “Tapi kan pandemi gini kas kita lagi kurang stabil. Jadi kita tunggu kabar dari teman–teman lain yang berangkat saja,” ucapnya.

Terpisah, Pengurus KBIH Al–Karimiyah Kelurahan Sawangan, Muhammad Kahfie mengaku, tidak mengirimkan jamaah maupun pembimbing untuk ikut umrah pada Desember ini. Hal ini, lantaran mereka masih belum berani mengambil resiko dengan memberangkatkan jamaah dalam kondisi pandemi seperti ini. “Kita belum berangkatkan jamaah, nunggu aman dulu karena sekarang lagi pandemi,” terangnya.

Dia menyebutkan, hingga saat ini ada sekitar 40 jamaah yang tertunda untuk melaksanakan umrah di KBIH Al-Karimiyah lanataran adanya pandemi. Akan tetapi, jika kloter umrah pertama pada Desember berhasil dilaksanakan, bukan tidak mungkin mereka akan mengirikan jamaah pada periode berikutnya. “Mudah–mudahan tidak terjadi klaster agar jemaah kami bisa berangkat pada kloter berikutnya,” tegasnya.

Sementara, Menag, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menuturkan, dari 59.757 jemaah umrah yang keberangkatannya tertunda, 18.752 orang diberangkatkan pada Desember 2021 ke Tanah Suci. Adapun data 59.757 jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya tersebut, kata Gus Yaqut, terdapat dalam sistem pengawasan terpadu umrah dan haji khusus (siskopatuh).

Gus Yaqut menyebut, jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya akan diprioritaskan berangkat pada tahap awal dibukanya umrah pada Desember 2021. “Jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya, berdasarkan data yang ada pada sistem informasi pengawasan terpadu umrah dan haji khusus sampai saat ini terdapat 59.757 jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19,” tutur Gus Yaqut, Selasa (30/11).

Dari jumlah ini, terdapat 18.752 orang yang sudah memegang visa dan siap untuk diberangkatkan. Jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya menjadi prioritas yang diberangkatkan pada tahap awal dibukanya penyelenggaraan umrah di Desember nanti,” tutur dia.

Sebelumnya, dia menuturkan bahwa, jemaah umrah asal Indonesia bisa langsung terbang ke Arab Saudi per 1 Desember 2021 bersama dengan Pakistan, Vietnam, Brazil, Mesir, dan India.

Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, dijadikan tempat jemaah umrah Indonesia menjalani karantina lantaran Satgas Covid-19 BNPB menilai tempat tersebut layak untuk jadi tempat karantina.(dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar