krl
AKTIFITAS KRL : Seorang penumpang sedang berjalan masuk ke Stasiun Depok Baru, yang berada di kawasan Jalan Margonda Raya, Kecamatan Pancoranmas. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Detik-detik pergantian tahun menjadi fokus seluruh masyarakat Jabodetabek untuk berkatifitas untuk berwisata. Menyambangi sanak keluarga, hingga mendatangi pusat perbelanjaan yang ada di berbagai titik di Jabodetabek.

Hal ini tentunya meningkatkan mobilitas masyakat untuk menggunakan moda transportasi, termasuk KRL Commuter Line Jabodetabek. Menurut catatan PT KAI Commuter Line, peningkatan penumpang KRL Jabodetabek menyentuh 359.106 penumpang setiap harinya.

Pernyataan resmi ini disampaikan langsung VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, Minggu (26/12). “Peningkatan tersebut, dilihat dari periode 18 sampai 23 Desember 2021,” terangnya.

Dirinya melanjutkan, penghitunfan tersebut masuk dalam hari pertama pelaksanaan masa Angkutan Natal dan Tahun Baru. Untuk hari kedua, masih dalam pemantau dan penghitungan PT KAI Commuter Line.

Dari peningkatan jumlah tersebut, membuat total setiap hari pengguna Commuter Line menjadi 2.154.635 orang, dalam kurun waktu enam hari. Salah satu penyumbang peningkatan volume penumpang musiman, kampus yang sudah aktif, dan para pekerja.

“Aktifitas pekerjaan sudah kembali masuk, terlebih pemerintah tidak mengizinkan adanya cuti maupun libur bagi para PNS,” tambah Anne.

Untuk menhantisipasi penumpang yang meningkat di masa angkutan Natal dan Tahun Baru, pihak KAI Commuter beberapa waktu terakhir menambah jumlah perjalanan KRL secara bertahap.

Pada masa layanan Natal dan Tahun Baru ini KAI Commuter mengoperasikan 1.005 perjalanan KRL setiap harinya, dengan 94 rangkaian KRL. Upaya ini agar dapat mengurai peningkatan penumpang pada KRL Comuter Jabodetabek.

Dari jumlah tersebut, 309 perjalanan melayani di jam sibuk pagi hari pada pukul 04:00 hingga 09:00 WIB, dan 241 perjalanan melayani di jam sibuk sore dan malam hari pada pukul 16:00 sampai 20:00 WIB.

“Dari data KAI Commuter, volume pengguna juga masih terkonsentrasi hanya di jam-jam sibuk,” jelas Anne.

Sementara, VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus menjelaslan, selama Nataru ada tiga tambahan persyaratan dalam menggunakan KRL, tanpa mengurangi dan menghilangkan peraturan yang telah diterapkan serta sudah berjalan sebelumnya.

“Pertama, penumpang diatas 17 tahun wajib menerima vaksinasi secara lengkap hingga dosis 2, yang persyaratan sebelumnya bisa hanya satu kali vaksin,” ungkapnya.

Selanjutnya, yang kedua, penumpang dengan usia 12 hingga 17 tahun juga harus menerima vaksinasi minimal satu kali. Lalu ketiga, penumpang di bawah 12 tahun wajib menunjukan hasil test PCR yang berlaku selama 3X24 jam.

Pada masa Angkutan Nataru tahun ini, KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan pengguna KRL memakai masker ganda, tetap memperhatikan setiap marka yang menjelaskan penerapan protokol kesehatan selama di area stasiun dan di dalam kereta.

“Calon pengguna KRL juga wajib menunjukkan sertifikat vaksin secara fisik maupun digital, ataupun memindai kode QR lewat aplikasi Peduli Lindungi kepada petugas,” tandas Joni. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro