bulutangkis
MEMBANGGAKAN : Jesita Putri Miantoro ketika mengembalikan bola (kok) dengan teknik backhand di salah satu pertandingan Kejuaraan Nasional.

Dalam kurun lima tahun sebelum masuk Pelatnas, pemudi asal Depok mampu menyabet 15 kali juara dsri tingkat Lokal, Nasional, bahkan Nasional. Tepat sekalinrasanya bila Pelatnas meminang putri asal Kota Depok ini.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM, Memang tak sia-sia Pelatnas meminang pemudi asal Kota Depok ini, Jesita Putri Miantoro. Karena pemudi dengan senyuman khas : calingnya ini, mampu mengantongi 15 juara dalam kurun waktu 15 tahun. Dalam usia yang masih di bawah umur, pemudi tersebut patut mendapat apresiasi.

Sejak menginjk usia 8 tahun, tepat duduk dibangku 3 Sekolah Dasar (SD). Pemudi kelahiran 1 Mei telah memulai bulutangkis, dari GOR Tirtasari yang ada di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.

“Aku memang latihan mulai dari kelas 2 atau 3 SD. Aku lupa tepatnya. Tapi itu atas kemauan aku,” katanya.

Pilihannya, yang sesuai hati dan kemampuan memang membuahkan hasi yang membagakan. Melalui gerelepon gengganx karena dirinya saat ini sedang bertanding Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), tapi sangat disayangkan dirinya tidak mewakili Provinsi Jawa Barat, khususnya Kota Depok.

“Saya wakili provinsi lain, gaji dan pesangonnua lebih besar. Tapi juga tidak ada tawaran dari Jawa Barat atau Kota Depok,” katanya dengan tenang.

Berbagai kejuaraan berhasil dirampasnya yang menarik perhatian Pelatnas. Juara 1 Djarum Sirkuit Nasional di Nusa Tenggara Barat (NTB) pasa tahun 2015, ini menjadi salah satu pemicu dirinya dalam menyabet berbagai kejuaraan di tingkat Nasional.

Di tahun selanjutnya, pada 2016 meraih juara pertama pada sirkuit nasional premier jakarta open. Lalu, masih di tahun yang sama Jesita meraih juara Kalimantan dan Lampung.

Tak puas sampai disana, tahun selanjutnya, di 2017 Jesita merengkuh juara pertama pada kejuaraan Asia. Di tahun 2018 aztez jogjakarta dan Jakarta. Berlanjut, di tahun 2019 yonex sunrise double, kejuaraan nasional PBSI, juara kesatu beregu pembangunan jaya.

Torehan di 2019 tak henti sampai disana, ia berhasil menyabet sirkuit nasional di Jawa Tengah, lalu di Jawa Barat, selanjutnya di Asean School Games, selanjutnya di Walikota Cirebon, terakhir di Superliga.

“Semua itu saya raih juara sebelum masuk Pelatnas,” terang anak itu.

Setelah dalam satu tahun meraih lima kejuaraan bergengsi, yang semuanya duduk di podium pertama dirinya berhasil mendapatkan tempat di Pelatnas. (*)

Editor : Junior Williandro