KKG sunda 1
PEMBUKAAN : KKG Bahasa Sunda jenjang pendidikan SD Kecamatan Tapos melaunching workshop pengembangan keprofesionalan guru tahun pelajaran 2021/2022, Kamis (30/12). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Sunda jenjang pendidikan SD Kecamatan Tapos melaunching workshop pengembangan keprofesionalan guru tahun pelajaran 2021/2022, Kamis (30/12). Kegiatan yang diadakan di SDN Cimpaeun 1 tersebut, diikuti 39 guru Bahasa Sunda SD yang ada di kawasan Kecamatan Tapos.

Dalam kegiatan tersebut, dimulai dengan penampilan Rampak Kendang yang dibawakan beberapa kepala SD Kecamatan Tapos. Tidak hanya itu ada juga penampilan paduan suara dan tari tradisional dari guru. Selain itu, ada juga penampilan dari siswa.

Koordinator Guru Bahasa Sunda, Endeh Sartika mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan selama empat hari, yakni 30 – 31 Desember 2021 dan 3 – 4 Januari 2022. Kegiatannya dilangsungkan dengan sistem In On. Jadi dua hari pertama digelar dengan skala tingkat Kecamatan Tapos. Lalu dua hari berikutnya diadakan di tiap gugus SD yang ada di Kecamatan Tapos.

“Ini adalah kelanjutan dari pelatihan yang digelar di tingkat Kota Depok, maka diadakan di tingkat kecamatan,” terangnya.

Endeh menjelaskan, materi yang diberikan selain tentang pembuatan materi bahan ajar, juga tentang persiapan untuk siswa dalam mengikuti Lomba Pasanggiri. Dimana ada beberapa pembahasan, yakni pupuh, sajak, ngadongeng, carita pondo, barongan (ngabodor saorangan), biantara, dan aksara Sunda digital.

“Ada juga beberapa program lainnya, yakni memusatkan pelatihan seni dan budaya Sunda untuk guru di SDN Cimpaeun 1. Lalu setiap hari Rabu, di sekolah baik siswa dan guru akan menggunakan Bahasa Sunda. Sedangkan untuk tingkat Kecamatan Tapos, setiap hari Rabu di pekan terakhir tiap bulannya, guru mengenakan pakaian adat Sunda,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Kurikulum SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Suhyana memberikan apresiasi dengan digelarkan kegiatan workshop untuk guru-guru. Ini adalah bentuk positif untuk mengembangkan kompetensi diri. Jadi, mengisi dengan hal-hal yang bagus dan bermanfaat, karena sejatinya guru harus terus mengembangkan pengetahuannya.

“Guru harus bisa mengembangkan seluruh kompetensi yang dimilikinya. Salah satunya dengan terus memperbaharui tentang pengetahuan umum dan sosialnya,” jelasnya.

Suhyana berpendapat, untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, tentunya harus ditopang juga dengan sumber daya manusia yang mumpuni, terutama untuk gurunya. Karena, untuk menciptakan siswa yang berkualitas, juga harus ditunjang dengan guru yang berkualitas.

“Sehebat apapun sistem pendidikan dibuat, tetapi jika tidak diikuti dengan guru yang berkualitas, maka hasilnya tentu tidak memuaskan. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan-pelatihan untuk guru, agar terus menjadi lebih berkompeten,” tuturnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya