korban kebakaran
BERPULANG : Jenazah Seto Fachrudin datang di Gang Anggrek Gas Alam RT4/7 Kelurahan Curug, Cimanggis Kota Depok, Jumat (3/12) tengah malam. FOTO : GERARD/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Air mata keluarga, tetangga, kerabat berlinang sejadinya saat jenazah Seto Fachrudin datang di Gang Anggrek Gas Alam RT4/7 Kelurahan Curug, Cimanggis Kota Depok, Jumat (3/12) tengah malam. Seto bersama teman sekelasnya di SMK Taruna Bakti, Muhammad Redzuan Khadafi terjebak kebakaran dalam Gedung Cyber 1 Lantai 2 Jalan Kuningan Barat Raya, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/12) siang.

Orang tua Seto Fachrudin, Marjono mengaku, telah ikhlas akan kepergian putranya. Sebelum meninggal, putranya sempat memamerkan jaket berwarna merah seharga Rp3,5 Juta. “Saya gak punya firasat apa-apa, tapi selama seminggu ini dua mata saya seperti berkedut tanpa sebab, terakhir kesini dia cuma pamer jaket harganya Rp3,5 Juta yang dikasih bosnya,” ungkap Marjono kepada Harian Radar Depok, Jumat (3/12) tengah malam.

Semasa hidupnya, kata Marjono, Seto dikenal keluarga dan kerabat sebagai sosok anak yang baik dan mudah bergaul. Terlebih, di sekolahnya dia dikenal sebagai anak yang pintar di dalam bidang tekonologi (IT). “Dia pinter makanya dipanggil untuk magang lagi,” ujarnya.

Kendati demikian, dia merasa heran dengan pihak sekolah yang tidak memberikan pemberitahuan kepada pihak keluarga, terkait dengan perpanjangan masa Praketek Kerja Lapangan (PKL). “Seharusnya dia PKL-nya cuma enam bulan, tapi setelah itu diperpanjang lagi,” terang Marjono.

Menurut Marjono, pihak sekolah tidak memberikan pemberitahuan apapun terkait dengan perpanjangan PKL putranya yang telah pergi untuk selamanya. Meski demikian, dia belum mau membicarakan persoalan tersebut lebih dalam. Marjono lebih memilih untuk diam sementara waktu ini sampai pemakaman putrnya selesai. “Saya fokus menunggu kedatangan anak saya terlebih dulu,” ucapnya sambil menahan air mata mentes.

Sementara, adik tua Seto Fachrudin, Kumitir Bachrudin mengatakan, kakaknya bersama dengan Muhammad Redzuan Khadafi merupakan teman sekelas di SMK Tharuna Bakti. Keduanya sahabat karib yang kemana-mana selalu berdua. Futsal bareng, nonton bola bareng, pulang kerja juga bareng. “Kakak saya sama bang Khadafi teman sekelas, sampai meninggal pun bersama,” singkatnya.

Pantauan Radar Depok dari rumah korban di RT04/RW07, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, keluarga dan kerabat korban masih tampak memadati rumah kediaman Seto Fachrudin.

Terpisah, Humas Dinas Penanggulangan Bencana Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Mulat Wijayanto menyebut, dua yang meninggal. Dua-duanya visitor.

Mulat mengatakan, kedua korban meninggal akibat asap yang mengepul di Gedung Cyber 1, korban meninggal bukan karena luka bakar. “Bukan karena luka bakar, diduga karena kepulan asap yang panas,” ujar Mulat.

Adapun dua korban meninggal dunia itu adalah Seto (18) dan Redzuan (17). Satu korban meninggal di lokasi kejadian, satu lagi meninggal dalam perjalanan ke RSUD Mampang.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Helbert PL Gaol menyebut, korban tewas di lokasi adalah seorang teknisi gedung. “Teknisi gedung,” jawab Helbert saat ditanya soal identitas korban tewas.

Kebakaran terjadi di Gedung Cyber 1, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel), pukul 12.34 WIB. Dinas Penanggulangan Kebakaran & Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 40 unit mobil damkar. Saat ini api sudah padam. Kejadian kebakaran ini menyebabkan banyak gangguan layanan internet dan kegiatan ekonomi.(cr1/van/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly, Ivanna Yustiani

Editor : Fahmi Akbar