KORBAN: Nenenk Yosi (kedua dari kanan) bersama Kuasa Hukumnya Haris (kanan) didampingi tim usai menjalani Sidang di Pengadilan Negeri Depok. FOTO: ARNET/RADARDEPOK

agar menindaklanjuti perkara tersebut sampai seluruh agenda sidang berjalan.

“JPU menolak Eksepsi kita ya intinya, dan meminta kasus ini terus berlanjut,” ungkapnya Jumat (10/12).

Menedengar, penolakan Eksepsi tersebut, Ketua Majelis Hakin Nugraha, tetap melanjutkan persidangan selanjutnya yang akan digelar pada 22 Desember 2021, dengan agenda putusan sela, yang mana isinya apakah hakim menolak atau menerima Eksepsi yqng diajukan dari pihak Nenek Yosi.

Meski begitu, Nenek Yosi bersama dengan kuasa hukum menyerahkan seluruhnya ke tangan Majelis Hakim yang masih memiliki hati nurani untuk melihat perkara tesebut, terlebih Terdakwanya adalah nenek yang berusia senja.

“Untuk itu, kami menyerahkan seluruhnya kepada hakim, saat Sidang Putusan Sela nanti kepada klien kami,” kata Haris saat dikonfirmasi.

Diketahui, Nenek Yosi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan surat tanah oleh Polda Metro Jaya, sehingga perkara tersebut berlanjut ke meja hijau. Bahkan, karena tidak ada pembelaan dan tidak mengerti, dirinya menerima ditetapkan sebagai terdakwa dan dijadikan tahanan kota oleh Kejari Kota Depok.

Pada sidang sebelumnya pihak Nenek Yosi mlakukan pembelaan yang disampaikan dalam persidangan, yaitu bukti surat sebanyak 16 item, diantara bukti surat salinan putusan perkara Perdata di PN Cibinong, Pengadilan Tinggi (PT) Bandung dan MA, surat akta jual beli (AJB), surat keterangan ahli waris, surat keterangan Kepala Desa Cimanggis, surat keterangan BPN Kabupaten Bogor dan Buku Induk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). (arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Ricky Juliansyah