negatif BPJS

RADARDEPOK.COM – Sejak bergulir pada 1 Januari 2014, Program JKN-KIS menjadi salah satu sarana utama yang digunakan oleh masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan. Hal ini terlihat dari kondisi yang terjadi saat ini di berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, klinik, sampai rumah sakit yang pasiennya didominasi oleh peserta BPJS Kesehatan.

Sebagai sarana utama masyarakat untuk memperoleh pengobatan dan seiring terus bertambahnya peserta BPJS Kesehatan, kualitas layanan Program JKN-KIS perlu untuk terus ditingkatkan. Sebab dalam beberapa kasus yang terjadi, masih terdapat peserta yang mengeluhkan layanan yang diberikan saat menjalani pengobatan. Seperti yang dirasakan oleh Edi Sunandar saat melakukan pengobatan untuk saraf kejepit yang ia derita.

Edi menuturkan bahwa ia merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan. Hal ini dikarenakan pelayanan pengobatan dirinya setiap kali menjalani terapi untuk pengobatan saraf kejepit yang ia derita hanya berlangsung selama 10 menit. Menurutnya, effort yang ia perlu keluarkan bahkan tidak sebanding dengan layanan yang diberikan.

“Saya berangkat dari rumah dengan menahan rasa sakit. Ternyata sampai dirumah sakit saya masih perlu menunggu. Padahal saya tidak bisa terus duduk karena kalau kelamaan duduk, saya merasa sangat sakit. Saya juga datang sesuai waktu yang dijadwalkan oleh rumah sakit saat saya melakukan pendaftaran online untuk berobat. Kemudian saat terapi, saya hanya dilayani sekitar 10 menit. Sedangkan saya harus melakukan terapi ini sebanyak 2 (dua) kali seminggu. Jadi saya merasa usaha yang perlu saya keluarkan untuk pergi berobat lebih berat. Dengan waktu layanan terapi yang hanya sekitar 10 menit itu juga, saya merasa tidak ada perubahan,” tutur Edi, Kamis (02/12).

Edi juga menuturkan bahwa sebelum masa terapi, ia sering melakukan kontrol untuk penyakitnya tersebut dan mendapatkan obat dari dokter. Menurutnya obat tersebut seakan terasa lebih ampuh dibandingkan dengan terapi yang ia lakukan. Hanya saja untuk mendapatkan obat itu, ia perlu menunggu sekitar 2 (dua) hingga 3 (tiga) jam setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

“Saya merasa pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan saat berobat perlu terus diperbaiki. Sangat disayangkan jika pelayanan seperti yang saya alami terus terjadi. Padahal Program JKN-KIS merupakan sarana utama bagi kami masyarakat untuk memperoleh pengobatan,” tutup Edi. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya