ikan hias bojongsari
TINJAU BUDIDAYA : Ketua Kelompok Tani Ikan Hias Kelurahan Curug, H. Wardana sedang menunjukkan lokask budidaya ikan hias di RT03/06 Kelurahan Curug, yang sedang kekurangan pakan. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, CURUG – Warga perkampungan budidaya ikan hias di RT3/6, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, mulai khawatir dengan ketersediaan pangan untuk ikan hias budidaya mereka. Hal ini lantaran pakan alami ikan hias seperti kutu air sudah langka dan sulit ditemukan. 

Ketua Kelompok Tani Ikan Hias Kelurahan Curug, H. Wardana mengatakan, minimnya pakan kutu air di wilayah Kelurahan Curug bisa berdampak buruk untuk kelangsungan budidaya ikan hias yang menjadi mata pencaharian mayoritas warga di RT3/6, Kelurahan Curug. 

“Saat ini warga kami sampai cari ke luar Curug untuk mencari pakan ikan, salah satunya ke daerah Ciseeng yang jaraknya lumayan jauh dan tentunya biaya untuk pakan akan membengkak,” katanya, Senin (06/12). 

Dia mengungkapkan, kondisi ini harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Depok, karena jika sampai budidaya ikan hias ini mati akibat sulitnya pakan, kemungkinan akan melahirkan ratusan pengangguran baru di Depok. 

“Di lingkungan RT3/6 Kelurahan Curug sedikitnya ada 100 kepala keluarga (KK) yang menggantungkan hidup lewat budiaya ikan hias, ini belum termasuk RW lain di Curug yang juga punya petani ikan hias, ” bebernya. 

Dia menjelaskan, salah satu solusi yang dapat dilakukan Pemerintah Kota Depok untuk mengatasi permasalahan kelangkaan pakan kutu air ini, adalah dengan membuatkan lahan untuk dijadikan kolam pembudidayaan kutu air, untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan hias di Curug, yang sudah banyak mengharumkan nama Kota Depok lewat penjualan ikan hias kualitas terbaik yang sudah dikenal pelosok negeri. 

“Sebenarnya di Balai Benih Ikan (BBI) Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, bisa dibuatkan lahan kolam kutu air seluas 5.000 meter, tinggal dari Pemerintah Kota Depok saja, mau tidak merealisasikan itu untuk kelompok tani ikan hias, bukan hanya untuk Kelurahan Curug, akan tetapi wilayah lain juga,” terangnya. 

Terpisah, salah satu petani ikan hias di RT3/6 Kelurahan Curug, Suhandi mengakui kelangkaan pakan kutu air ini sudah terjadi hampir enam bulan belakangan. Kelangkaan pakan ini, mengakibatkan merosotnya penjualan ikan hias lantaran produksinya terhambat pakan. 

“Kita fokus usaha budidaya Neon Tetra dan Red News. Pasar kami sudah sangat luas, tapi sekarang lagi kurang penjualan karena kelangkaan kutu air,” imbuhnya. 

Dia menambahkan, untuk sementara ini mereka mencoba mengganti kutu air dengan mengkultur artemia, namun pakan artemia ini tidak sebagus kutu air untuk menggenjot pertumbuhan ikan hias mereka. Selain karena proses pengolahan artemia yang cukup rumit, ikan hias juga kurang begitu suka dengan pakan ini. 

“Yang kami butuhkan kutu air. Semoga Pemerintah Kota Depok bisa merealisasikan permohonan kami untuk menyediakan lahan budidaya kutu air,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya