aremania depok
BERKUMPUL : Jajaran Aremania Depok melakukan pose bersama usai melakukan kegiatan sosial di sekitaran, Kecamatan Cilodong. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

Tak hanya memikirkan nasib pecinta Singo Edan. Aremania Depok terus mengamalkan benih-benih kedamaian antar suporter klub sepakbola. Perlahan tapi pasti, mereka mencontohkan wibawa yang baik dalam dunia si kulit bundar di tanah air.

Laporan : Gerard Soeharly

RADARDEPOK.COM, Dari kamar tidurnya, Anto bergegas menuju ruang tamu rumahnya. Remote TV yang ada diatas meja kemudian diambilnya. Berangkat dari rasa bosannya, dia segera menatap layar kaca di ruang tersebut.

Tombol merah yang terletak diatas remot tv ditekan Anto, layar kaca pun menyala. Namun, betapa terkejutnya dia saat menonton berita tentang adanya suporter bola yang terlibat bentrokan cukup besar pada beberapa tahun lalu.

Sebagai Ketua Aremania Depok, Anto merasa prihatin atas kejadian tersebut. Tak ada pihak yang salah menurutnya. Hanya saja, dia amat menyayangkan hal tersebut.

“Aremania Depok akan berusaha menciptakan citra yang baik bagi persepakbolaan di Indonesia,” kata Anto kepada Radar Depok.

Sebagai bentuk keseriusannya, Anto berinisiatif menggelar pertemuan rutin antar suporter sepak bola se Jabodetabek. Dalam kegiatan itu, biasanya dia membuat Nobar pertandingan bola. Bahkan, mengadakan fun futsal antar suporter sebak bola.

“Paling sekarang mau rencanain acara untuk Jabodetabek, Jabar, dan Banten. Karena, Depok yang belum pernah jadi tuan rumah,” bebernya.

Di tengah ambisinya, dia mengaku bahwa, mempersatukan suporter klub bola bukanlah hal yang mudah. Namun, Anto tetap optimis dan mengamalkannya.

“Untuk hal seperti ini mungkin agak sensitif masing-masing kelompok, yang kami lakukan dari menjalin hubungan dulu dengan suporter yang abu-abu seperti Bogor dan Tangerang,” tandasnya. (*)

Editor : Junior Williandro