jaksa
PENANGKAPAN : Jajaran Kejaksaan Negeri Depok ketika menangkap Mantan Komisioner KPUD Kota Depok Udi bin Muslih di kediamannya RT 02/06 Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Rabu (8/12).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kejaksaan Negeri Depok menyeret eks Komisioner KPU Kota Depok, Udi bin Muslih, karena dinilai tidak kooperatif atas putusan vonis satu tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Depok, 2019 lalu.

Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio Rahmat menegaskan, penangkapan dilakukan dengan terpaksa, karena Udi bin Muslih tidak kooperatif dalam putusan yang berkuatan hukum, yang memvonis hukuman satu tahun penjara. Sehingga Kejari Depok melakukan langkah tegas.

“Udi bin Muslih tidak kooperatif atas vonis kasus yang menyangkut dirinya dalam kasus tindak pidana pengerusakan tembok bangunan yang disidangkan dan divonis satu tahun kurungan penjara dalam perkara di tahun 2019 lalu,” jelasnya, Rabu (8/12).

Dibeberkan Rio, atasan putusan PN Depok yang menjatuhkan penjara selama satu tahun, diketahui Udi melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat, namun ajuan banding tersebut tidak diterima PT Jawa Barat.

Bahkan, PT Jawa Barat bukan hanya tidak mengabulkan banding yang diajukan Udi. Justru sebaliknya, PT Jawa Barat memperkuat vonis hakim PN Depok dengan kurungan penjara satu tahun.

“Setelah dapat jawaban dari PT Jawa Barat, Udi bukannya menyerahkan diri, malah terkesan tidak beritikad baik karena dinilai bersembunyi atau mendiamkan kasus tersebut,” ungkapnya.

Terdakwa Udi ditangkap dirumahnya, Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos. Diketahui pasal yang menjerat Udi Pasal 406 Ayat (1)KUHP jo pasal 55 Ayat(1) ke 1 KUHP, oleh Jaksa Penuntut Umum, Kejari Depok, Rozi Juliantoro.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, terpidana Udi bin Muslih, telah dijebloskan ke Rutan Depok, untuk menjalani hukuman 1 tahun penjara. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro