catur
FOKUS : Maruntung Siringo-Ringo berkonsentrasi saat berhadapan dengan lawannya.

Tak hanya ahli dalam olahraga ‘bidak petak petak’. Maruntung ternyata memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal itu dibuktikannya dengan menjadi ‘pengabdi kebersihan’ selama lima tahun.

Laporan : Gerard Soeharly

RADARDEPOK.COM, Jajaran foto, piagam, dan piala, menghiasi rumah Maruntung Siringo-Ringo di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya. Semuanya, merupakan bukti prestasinya dalam dunia percaturan.

Pada sudut salah satu rumahnya, terdapat tumpukan beberapa papan catur. Benda itu digunakannya untuk mengajar anak didiknya dalam bermain catur mulai dari langkah awal hingga skakmat menjadi rutinitas sehari-harinya.

“Saya buka kursus catur juga, ada yang privat ada juga yang ngajar di sekolah-sekolah,” ungkap Maruntung.

Berawal dari niat yang tulus yaitu menularkan ilmu kepada orang banyak atas ilmu yang dimilikinya, dia tak mematok harga kepada setiap calon anak didik yang menginginkan jasanya.

“Harga sih gak dipatok ya, tetapi mereka juga asal sih membayar saya, intinya menghargai,” sebut Maruntung.

Tak hanya dari pintu ke pintu rumah warga, pada hari tertentu, Maruntung juga mengajar eskul di sekolah yang memang fokus terhadap olahraga catur. “Ngajar di beberapa sekolah juga sih,” ujarnya.

Namun sayang, dari beberapa foto yang terpajang dirumahnya tidak ada satu pun dokumentasi semasa dia bekerja di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

Hal itu dilakukan Maruntung, sebagai bukti jiwa sosialnya yang tinggi. Tak tanggung-tanggung di mengabdi selama lima tahun disana. Terhitung 2011 hingga 2016.

“Saya lima tahun di DLHK, sampai sekarang masih akrab sama teman-teman yang masih disana,” ucapnya.

Mencium bau tak sedap dari tumpukan sampah tak menghentikan niatnya dalam berbakti kepada masyakat. Cuaca yang panas dan udara yang dingin saat musim hujan, sudah menjadi makan sehari-harinya kala itu. “Ya kan namanya juga kerja, apalagi ini berbakti kepada masyarakat jadi harus tulus,” ungkap Maruntung.

Setelah melewati tugas di lapangan selama lima tahun, akhirnya Maruntung kembali memilih berkiprah dalam dunia percaturan. Hingga kini, dia tetap berjuang agar harumnya nama Kota Depok dalam olahraga catur dapat tercium hingga pelosok negeri.

“Sekarang lebih fokus ke catur aja dan mengajar catur, saya ingin mengharumkan nama Kota Depok,” tutup dia dengan semangat yang membara. (*)

Editor : Junior Williandro