anak hasbullah
MEMBANGGAKAN : Pebalap Gastrack asal Kota Depok, Panji Mahesa saat foto bersama tim usai lolos seleksi menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat di Kota Banjar. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok berhasil menyumbangkan dua kelas balap Gasstrack dalam laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar) 2021, pertama kelas beregu dibawah 17 tahun dan kedua kelas perorangan diatas 17 tahun atas nama Panji Mahesa.

Ayah Panji Mahesa, Hasbullah Rahmat menerangkan, anaknya bersama dengan kelas beregu di bawah 17 tahun berhasil lolos seleksk dari 27 Kota dan Kabupaten yang berlaga di Kota Banjar beberapa waktu lalu, dan berhasil masuk 17 besar untuk melenggang ke Porda Jabar.

“Ada tiga kelas yang kita ikut. Panji lolos di kelas perorangan. Untuk kelas beregu diatas 17 tahun Kota Depok tidak lolo, yang lolo kelas beregu di bawah 17 tahun,” terangnya kepada Radar Depok, Jumat (3/12).

Hasbullah menyampaikan, balap motor gastrack telah masuk olahraga secara resmi dan perdana pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua kemarin. Kini, balap motor tanah tersebut masuk dalam pertandingan Porda.

Tentutnya ini menjadi angin segar bagi setiap pebalap gastrack yang sekarang punya fasilitas di laga bergengsi tingkat nasional, otomatis akan menjadi gairah yang lebih bagi setiap bibit muda di Kota Depok.

“Ini sangat baik. Pebalap semakin senang dan bakatnya bisa tersalurkan dalam ajang bergengsi dan resmi yang dibuat oleh Negara,” katanya.

Kata Hasbullah, Panji memang telah sekolah balap sejak duduk dibangku kelas dua SD, dan lebih pada balap road race. Namun beberapa tahun akhir, anak tersebut pindah haluan menjadi balap motor gastrack.

Apapun yang dibidangi sang anak, Anggota DPRD Jawa Barat ini mendukung selama ke arah yang positif. Tentunya bakan dan potensi ini harus terus diasah, dan terbukti mewakili Kota Depok dalam laga Porda Jabar.

“Tetap harus berlatih ya, karena semakin naik levelnya. Wajib tekun latihan biar peroleh hasil maksimal. Terutama dibawa dalam doa sebelum bertanding dan latihan,” ungkap Hasbullah.

Dirinya juga menyarankan, agar KONI Depok tidak tinggal diam melihat pebalap di Depok, sebab akan rugi bila tidak dibina karena akan diambil Kota maupun Kabupaten lainnya.

Sehingga, hal ini menjadi tugas pemerintah bersama KONI untuk memberikan fasilitas pebalap, seperti arena dan lainnya. Sebab diketahui, satu arena gastrack latihan di Kampung Serab kondisi sudah kurang baik, terlebih saat hujan turun.

“Harus difasilitasi, ini tugas Pemerintah dan Koni demi kemajuan bakat pebalap kita di Depok, jangan sampai justru diambil kota lain dan mengharumkan nama kota lain. Padahal orang tua adalah pebalap asal Depok,” tandasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro