Anggota DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah. FOTO : RICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Paska terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),  KH Yahya Cholil Staquf  menegaskan sikapnya bahwa PBNU tidak akan mau menjadi alat politik partai apapun. Ketum yang akrab disapa Gus Yahya ini ingin PBNU merangkul semua kelompok dan menjadi wadah komunikasi antar partai politik.

Hal tersebut mendapat respon positif dari Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Qonita Lutfiyah, dia sangat sepakat dan mendukung apa yang diutarakan oleh Gus Yahya. Menurutnya, NU memang sudah seharusnya menjadi pengayom untuk semuanya.

“Saya sangat sepakat dan mendukung sikap ketum PBNU, karena sejatinya NU memang harus menjadi wadah bagi semua dan mengayomi semua kader NU yang berkiprah di lintas partai, bukan hanya satu parta tertentu,” tutur Qonita Lutfiyah kepada Radar Depok, Kamis (30/12).

Qonita Lutifyah yang juga menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman III, berharap PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya bisa menurunkan sikapnya itu kepada jajaran pengurus NU di level Wilayah maupun Cabang. Agar mampu menjadi pengayom utama bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk di antaranya partai politik.

“Saya berharap sikap Gus Yahya mengenai NU dan partai politik bisa di delivery ke pengurus NU di level Wilayah maupun Cabang. Agar kedepan, NU di setiap level kepengurusannya bisa menjadi Main Protector bagi semua elemen masyarakat, termasuk partai politik,” papar Qonita Lutfiyah yang juga Anggota DPRD Kota Depok ini.

Sebagai bagian dari warga NU, Qonita Lutfiyah menyatakan keyakinannya terhadap kepengurusan PBNU mendatang, akan mampu membawa NU pada puncak kejayaannya. NU akan lebih mandiri di segala aspek, ekonomi, sosial, maupun Politik.

“Saya yakin, kepengurusan PBNU yang baru ini akan mampu membawa kejayaan NU. Insha Allah kedepan NU akan mandiri secara ekonomi, sosial, dan politik, semoga,” pungkas Qonita Lutfiyah. (cky)

 

Editor : Ricky Juliansyah