Jubir Satgas Dadang Wihana Beri Penjelasan
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

RADARDEPOK.COM – Ini merupakan rekor baru di Kota Depok. Sejak pertama warga Kota Depok di Sukmajaya divonis terpapar Covid-19 pada awal Maret 2020 lalu. Baru Jumat (3/12), Depok mencatat tidak ada warga yang terkonfirmasi kasus. Tak hanya itu, pasien sembuh juga berkurang dua jiwa, dan warga meninggal nihil. Menariknya di hari yang bersamaan, vaksinasi juga tercatat sudah mencapai 70,17 persen berdasarkan data fasilitas kesehatan (Faskes).

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan vaksinasi Covid-19 telah dilakukan bagi masyarakat di atas 18 tahun, SDM Kesehatan, dan petugas publik.  “Vaksinasi berdasarkan data pusat, kami berhasil memberikan dosis pertama kepada 1.132.281 orang atau 70,17 persen,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (3/12).

Menurutnya, data capaian vaksin tersebut diperoleh dari kinerja fasilitas kesehatan yang telah melaksanakan vaksinasi. Mulai dari puskesmas maupun rumah sakit (rs). “Itu data capaian vaksin by kinerja faskes, yang menjadi ukuran level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga,” terang dia.

Menurut data dari Satgas Covid-19 Kota Depok mengenai informasi penyebaran virus Korona, Jumat (3/12). Tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi aktif maupun pasien meninggal, sementara pasien sembuh mengalami penambahan dua orang. “Alhamdulillah hari ini 0 kasus baru. Untuk kasus terkonfirmasi aktif masih ada 140 pasien yang belum sembuh, semoga secepatnya segera pulih,” tegasnya.

Saat ini, lanjutnya total kasus Covid-19 sebanyak 105.819 jiwa, pasien sembuh total 103.511 jiwa, pasien belum sembuh tersisa 140 jiwa dan warga meninggal totalnya 2.168 jiwa.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, Mary Liziawati mengaku, tetap akan menjalankan berbagai program terkait penanganan dan penanggulangan Covid-19. Tentunya dengan terus berkoordinasi bersama pemerintah provinsi maupun pusat. “Mudah-mudahan dengan upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19 yang sudah dilakukan dapat mempertahankan kondisi Kota Depok yang mengalami penurunan kasus,” jelasnya.

Dia juga meminta, kepada seluruh warga untuk mewaspadai adanya varian B.1.1.529 atau Omicron. Kewaspadaan tersebut dengan terus mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Varian tersebut saat ini belum ada di Kota Depok. Namun, antisipasi tetap harus dilakukan agar varian tersebut tidak masuk di Kota Depok. “Kasus varian ini belum masuk ke Indonesia. Namun dengan mematuhi prokes secara ketat merupakan bagian dari pencegahan yang paling efektif,” tuturnya.

Mary menuturkan, pihaknya belum memberikan instruksi yang ke rumah sakit (RS) di Kota Depok untuk meningkatkan kewaspadaan. Meski begitu, Dinkes masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait apa yang harus dilakukan.

Dinkes pun terus melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk terus menerapkan prokes secara ketat. Baik di lingkungan tempat tinggal, instansi pemerintah dan swasta, maupun sekolah. “Banyak masyarakat yang lalai, maka terus kami ingatkan untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan pakai sabun,” pungkasnya. (daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Fahmi Akbar