sidang pembobolan ATM
ILUSTRASI : Salah satu proses sidang yang berlangsung di Ruang Sidang Chakra, Kantor Pengadilan Negeri Depok, beberapa waktu lalu.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dua orang Terdakwa Pembobolan ATM Bank BRI di Kota Depok dituntut 10 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rozi Juliantono dalam agenda sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Nomor perkara 383/Pid.B/2021/PN Dpk atas nama Yopie Eka Chandra Alias Yopi (34) dan Taufik Akbar Alias Akbar (21), sebelumnya diancam pidana paling lama tujuh tahun penjara, sesuai dakwaan dalam Pasal 363 Ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHPidana.

Dalam pembacaan tuntutan, JPU Rozi menyatakan, pidana yang dijatuhkan ke terdakwa Yopie Eka Chandra Alias Yopi dan terdakwa Taufik Akbar Alias Akbar dengan pidana penjara masing-masing 10 bulan dengan dikurangkan lamanya terdakwa ditangkap dan ditahan dengan perintah agar tetap ditahan.

“Menyatakan para Terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sesuai dengan Pasal Pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana,” katanya saat pembacaan tuntutan.

Baca Juga : SMK Putra Bangsa Bersama Detasemen Konharstal Hubkostrad Kolaborasi Gelar LDKS

Sementara, Majelis Hakim PN Depok yang dipimpin M. Iqbal Hutabarat dengan anggota Yuanne Marrieta dan Darmo Wibowo Mohamad dalam amar putusan mengatakan, para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan.

“Menjatuhkan Pidana terhadap terdakwa Yopie Eka Chandra Alias Yopi dan Terdakwa Taufik Akbar Alias Akbar, dengan pidana penjara masing-masing selama 10 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah di jalani oleh para Terdakwa di kurangkan seluruhnya dari pidana yang di jatuhkan,” kata Hakim Ketua dalam amar putusan, Selasa (30/11).

Barang bukti yang naik ke persidangan seperti, uang tunai sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah dikembalikan kepada saksi Anggi Pranamulya. Sedangkan, untuk satu buah obeng, satu buah pinset, tiga buah kartu ATM BRI, dirampas untuk dimusnahkan dan satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU warna biru Nomor Polisi F 4798 EM dinyatakan, dirampas untuk Negara. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya