menwa
DEMO MENWA : Sejumlah Mahasiwa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UPNVJ ketika menggelar demo atas rekan mereka yang meninggal dalam kegiatan Menwa, di depan gedung Rektorat UPNVJ.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Rektorat Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) secara resmi menjatuhkan sanksi serta pemberhentian kegiatan Resimen Mahasiswa (Menwa) di kampus tersebut, usai mahasiswi D3 Fauziah Nabila, meninggal dunia akibat kegiatan tersebut.

Melalui siaran pers secara resmi, Rektor UPNVJ, Erna Hernawati menegaskan, mahasiswa Menwa terbukti melakukan pelanggaran Pasal 74 huruf i Peraturan Rektor UPN Veteran Jakarta Nomor 10 Tahun 2020 tentang Kemahasiswaan.

“Seluruh kegiatan Menwa diberhentikan sampai waktu yang tidak ditentukan,” tegas siaran pers tersebut yang ditandatangi langsung Erna.

Tak hanya sampai disitu, Erna juga menjatuhkan sanksi tegas kepada pengurus Menwa dengan melarang kegiatan aktif sebagai organisasi kemahasiswaan di UPNVJ.

Bahkan, pengurus juga diwajibkan membuat surat pernyataan agar tidak melakukan pelanggaran serupa atau pelanggaran lainnya. Bagi organisasi Menwa akan dievaluasi dan dibina lebih lanjut. “Pembinaan dan evaluasi masih dalam tahap pembahasan yang akan ditentukan kemudian,” papar Erna.

Bila ada pelanggaran yang dilakukan pengurus Menwa. Maka akan dikenakan sanksi Pasal 86 ayat (2) Peraturan Rektor tentang Kemahasiswaan.

Adapun peraturan tersebut tertulis, pencabutan hak mengikuti semua kegiatan akademik selama satu semester atau lebih, pembatalan ujian, larangan aktif sebagai pengurus ormawa, dan penghentian penyerahan transkrip nilai/ijazah selama satu semester atau lebih bagi mahasiswa semester akhir.

Peraturan tersebut berbunyi, melakukan kegiatan kurikuler dan kokurikuler lebih dari pukul 21.00 WIB serta kegiatan ekstrakurikuler lebih dari pukul 17.00 WIB, tanpa izin tertulis dari pejabat yang berwenang.

Tidak berizininnya kegiatan Menwa yang menelan korban jiwa, diakui Wakil Rektor UPNVJ Ria Maria Theresa, bila kegiatan Pembaretan Menwa tidak mendapatkan izin dari pihak kampus.

“Kegiatan menwa yang terakhir dikeluarkan izinnya itu, tanggal 10 sampai 12 September 2021 untuk pendidikan dasar anggota baru,” ungkapnya.

Izin yang tidak dikeluarkan untuk kegiatan Menwa tersebut dikarenakan pada tanggal 13 September 2021 keluar surat edaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bahwa kegiatan yang diperbolehkan hanya pembelajaran.

“Jadi dari situ dasarnya kami tidak memberikan izin untuk kegiatan Menwa selanjutnya. Tapi yang sebelumnya telah kami izinkan,” paparnya.

Perlu diketahui, mahasiswi yang meninggal akibat mengikuti kegiatan pembaretan Menwa pada 25 September 2021. Mahasiswi angkatan 2020 jurusan psikotherapy ini meregang nyawa saat melakukan longmarch dalam kegiatan pembaretan. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro