penjambret perempuan di depok
Ilustrasi Jambret Perempuan
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jajaran Satreskrim Polretro Depok, meringkus RRS (18) yang merupakan penjambret spesialis perempuan dan ibu-ibu. Meski di usia muda, peringainya tak bisa dianggap remeh, sebanyak 15 kali dirinya beraksi di beberapa lokasi.

Kasat Reskrim Polrestro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, pelaku berhasil diringkus di kala ingin menjambret tas milik seorang perempuan di kawasan Kecamatan Tapos. Motif melakukan aksi tindak kejahatan lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

“Saat beraksi korban diteriaki maling dan terekam CCTV pula, kemudian kami melakukan identifikasi dan penangkapan terhadap pelaku,” katanya, Kamis (09/12).

Yogen menerangkan, sejumlah barang bukti turut disita dari tangan pelaku saat penangkapan terjadi. Diantaranya dua lembar surat gadai handphone, yang diduga adalah barang hasil curiannya, sepeda motor, dan jaket yang digunakan pelaku.

Baca Juga  Tarif Desari II Rp10 Ribu

Menurutnya, pelaku jambret tersebut terbilang cukup nekat. Sebab selain melancarkan aksinya sendiri dengan sepeda motor, RRS juga melakukannya di tempat-tempat keramaian.

“Pelaku ini menggunakan motor setiap aksinya, modusnya melihat ibu-ibu atau perempuan yang sedang membawa tas, kemudian memepetnya dan menarik barang bawaan (tasnya),” ucapnya.

Yogen mengungkapkan, berdasarkan pengakuan RRS, aksinya tersebut tidak hanya sekali dilancarkan. Dirinya melancarkan aksinya di beberapa wilayah Kota Depok dan sekitarnya, terutama di wilayah Sukmajaya, Cimanggis, Tapos dan Beji.

“Dalam sehari pelaku bisa mengincar dua target korban,” ungkapnya.

Yogen menegaskan, atas perbuatannya tersebut, pelaku kini dijerat dengan Pasal 365 KUHP yakni tentang pencurian disertai dengan kekerasan dengan ancaman pidana di atas 5 tahun.

Baca Juga  Imigrasi Depok Rayakan Ultah Sekaligus Ngaji

“Untuk itu kepada para wanita yang membawa barang terutama barang-barang berharga di jalan diantisipasi untuk kejadian seperti ini, tetap dipastikan keamanan barang,” tukasnya. (rd/daf) 

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya