Bang Has ke Penggali Makam
BERBAGI : Anggota Fraksi PAN DPRD Provinsi Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmad membagikan paket sembako bagi penggali makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tapos di Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Sabtu (21/08). FOTO : RICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pergantian malam tahun baru tinggal hitungan jam. Biasanya momen tersebut kerap dilakukan sejumlah kegiatan dan acara yang menimbulkan kerumunan. Untuk itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, HM. Hasbullah Rahmad menyarankan agar tidak merayakan berlebihan dan menjadikan momen tersebut untuk intropeksi diri.

“Tidak mesti harus dirayakan, lebih baik kita merenung perubahan tahun apa yang harus kita lakukan di tahun depan dan belum kita lakukan di tahun ini,” kata Hasbullah.

Dia mengharapkan agar malah pergantian tahun tidak diadakan acara yang besar sehingga menimbulkan kerumunan. Sebab, saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir dan baru terkendali saja.

“Hilang belum, kita tidak ingin kasus gelombang kedua terjadi paska Nataru (Natal dan Tahun Baru). Makanya, sempat muncul wacana dari pusat akan ada PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level tiga,” papar Bang Has -sapaannya-.

Sebab, sambung Bang Has, kekhawatiran pemerintah, jika hal ini lost dan meledak hingga mengakibatkan terjadinya gelombang ketiga, maka negara akan rugi ratusan bahkan ribuan triliun.

“Jika ditotal APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara), APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) provinsi dan kota ditotal, ribuan trilun anggaran kita terpakai untuk mengatasi pandemi,” sambungnya.

Untuk itu, Bang Has menyerukan untuk menjaga kondisi yang stabil dalam penanganan Covid-19 dengan seksama, agar seluruh sendi kehidupan dapat kembali berjalan normal.

“Masyarakat kan juga butuh refreshing, mencari nafkah bebas tanpa ada sekat-sekat. Maka, agar tidak disekat pemerintah, kita harus mendukung dan menerapkan Prokes dengan ketat. Jangan terlalu euforia,” ujar Bang Has.

Sekarang paling tidak sudah terkendali. Kemudian kata Bang Has, BOR (ketersediaan tempat tidur) rumah sakit sudah di bawah 3 persen, indikator ini menunjukan lebih aman.

“Namun, jika tiba-tiba meledak seperti Jerman siapa tahu. Makanya, kita berharap di libur Nataru jangan berlebihan, kita mendingan intropeksi, bagaimana kita memperbaiki kekurangan di tahun sekarang untuk tahun mendatang,” ucap Bang Has. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah