rekap bencana
WASPADA BENCANA : Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok ketika berusaha memadamkan api yang membakar lokasi toko kayu di kawasan Sukatani, Kecamatan Tapos. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berbagai bencana melanda Kota Depok sepanjang 2021. Tampaknya Pemerintah Kota Depok tak menjadikan kejadian bencana menjadi anak tiri dengan adanya pandemi covid 19 yang masih terjadi sepanjang tahun ini.

Dari data yang dikantongi Radar Depok, seusai data yang diberikan Divisi Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kota Depok, ada sekitar 2.370 jiwa penduduk Depok terkena imbas bencana.

“Ada yang mengungsi, luka ringan, luka berat, bahkan ada yang meninggal jiwa akibat bencana kebakaran,” ungkap Koordinator Divisi PB dan Logistik PMI Kota Depok, Ari Prasetyo.

Kejadian korban meninggal terkena imbas dari bencana kebakaran yang terjadi pada 7 Juni 2021 yang menimpa sebuah rumah di RT 1/2 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Cipayung. Selain korban meninggal, ada dua orang terkonfirmasi luka bakar dengan status berat.

Kebakaran tersebut nyaris melululantahkan seisi rumah tersebut, muali dari material bangunan, barang berharga, sampai satu nyawa melayang dan dua orang luka berat. Beruntung petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi semaksimal mungkin, agar tidak merembet ke rumah sekitar.

“Saat itu, kami dari lakukan assesment ya. Ada juga dari Tagana, Dinsos, sampai warga setempat yang turut membantu,” paparnya.

Dari seluruh jiwa yang terimbas bencana, bukan hanya dari kebakaran semata, melainkan adanya puting beliung, longsor, sampai banjir, serta nencana lainnya yang terjadi di Kota Depok sepanjang tahun 2021.

Seluruh bencana berlangsung di seluruh Kecamatan Kota Depok. Adapun rincian setiap bulan terkait bencana, pada bulan Januari ada satu kejadian puting beliung, Febuari ada delapan kejadian, Maret ada empat kejadian, April ada lima kejadian.

Selanjutnya pada bulan Mei ada lima kejadian, Juni ada dua kejadian, Juli ada tiga kejadian, Agustus ada empat kejadian, September ada empat kejadian, Oktober ada dua kejadian, dan bulan November ada empat kejadian.

“Ada sebanyak 764 Kepala Keluarga yang terdampak berbagai bencana tersebut,” beber Ari.

Sepanjang kejadian bencana terjadi, ada 15 orang yang mengalami luka berat dan luka ringan, Rincian dengan luka berat ada sebanyak lima orang, untuk luka ringan ada sekitar 10 orang. Seluruh korban tersebut bukan hanya dari kebakaran semata, tapi dari bencana lainnya.

Ari merinci, dari total seluruh korban jiwa, yang menjadi penyumbang terbanyak adalah banjir yang terjadi pada 20 Februari 2021 di tiga RW, yaitu RW 06, 13, dan 14, di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. Ada sebanyak 501 jiwa yang terkena banjir tersebut.

Lalu, ada bencana angin puting beliung yang terjadi 18 Maret 2021 di enam RW, Kelurahan Diren Seribu, Kecamatan Bojongsari. Korban yang terimbas mencapai 313 jiwa, yang berdomisili di RW 01, 02, 03, 04, serta RW 08 dan 09.

Selanjutnya, ada di RW 08 dan 09 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, dengan kejadian bencana banjir pada 17 Mei 2021, yang berimbas pada 114 jiwa penduduk.

Pada 21 September 2021 ada bencana angin puting beliung yang menyapu seluruh wilayah Kota Depok hingga berimbas pada 588 jiwa penduduk Depok.”Ini terjadi di Kecamatan Tapos, Pancoranmas, Sukmajaya, Cilodong. Wilayah itu yang paling terasa dampaknya, meski wilayah lain juga. Tapi tidak sebanyak wilayah itu,” jelas Ari.

Dampak bencana yang belum lama ini terjadi, tepatnya 7 November 2021 juga menjadi penyumbang korban dampak bencana terbanyak, tercatat ada 476 jiwa atas bencana banjir yang terjadi di RW 02 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamaran Pancoranmas. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro