bangun dapur
PENUH DEBU: Ketua Tim Relawan dari Sekolah Relawan, Rizki Ilham sedang memandangi kondisi sekitar yang terututup abu vulkanik dari Gunung Semeru akibat erupsi yang terjadi pada Sabtu, (4/12). IST

RADARDEPOK.COM – Relawan-relawan di Kota Depok bergerak cepat atas meletusnya Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12). Setelah Sekolah Relawan Depok berangkat saat gunung erupsi. Sedekah Nusantara Kota Depok berangkat membawa lima personel. Rencananya edekah Nusantara akan membuat dapur umum.

CEO Sedekah Nusantara, Chairul Subhi mengatakan, pihaknya akan mengerahkan lima personel relawan, terdiri dari tim dapur, media, maupun tim respon yang akan membantu proses evakuasi. Kelimanya dijadwalkan berangkan pada Senin (6/12). “Besok (Hari Ini) akan berangkat ke Semeru, preparenya pagi, rencana kami akan membuat dapur umum untuk 10 ribu porsi. Karena menurut laporan, kebutuhan makanan di sana 500 porsi per hari,” katanya kepada Harian Radar Depok, Minggu (5/12).

Kemudian, Sedekah Nusantara juga menyiapkan ribuan hygiene kit, meliputi masker n95, oxycan, handuk, dan selimut. Seluruhnya diperoleh dari campaign 1.000 paket dengan tagline Depok untuk Semeru. “Saya ingin mengajak masyarakat Depok untuk ikut serta ke dalam tagline tersebut. Sehingga dapat saling bersinergi dan berbagi untuk korban Semeru,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi memastikan, pasokan listrik untuk daerah terdampak erupsi Semeru berangsur pulih. Hingga hari Minggu (5/12) pagi, 33 gardu sudah menyala kembali, sehingga sebanyak 7.697 pelanggan telah mendapatkan suplai listrik. Selain listrik, pasokan BBM dan LPG juga tetap dijaga keandalannya.

‘’Untuk menambah pasokan listrik, PLN juga telah mengumpulkan genset portable berkapasitas 2,2 sampai 4 kilowatt (kw) sebanyak 8 unit, kapasitas 23 kw sebanyak 1 unit dari ULP dan UP3 terdekat, serta menyiapkan personel bantuan dari ULP/UP3 terdekat,’’ katanya.

Agung menuturkan, hingga Minggu pukul 06.00 WIB, dari 112 gardu yang terdampak kini 33 gardu sudah menyala kembali. Sehingga sebanyak 7.697 pelanggan telah mendapatkan pasokan listrik.

Terpisah , General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Adi Priyanto menambahkan, PLN masih terus berupaya memulihkan seluruh pasokan listrik ke pelanggan. ‘’Hingga kini, masih ada 79 gardu distribusi dan 22.826 pelanggan yang terdampak padam,’’ tambahnya.

Adapun wilayah yang masih pada tersebut adalah Desa Pronojiwo, Desa Supit Urang, Desa Taman Ayu, Desa Tempursari dan Desa Curah Kobokan. Adi menjelaskan, beberapa daerah yang masih padam belum dapat dijangkau oleh petugas PLN dikarenakan adanya akses jalan utama (Jembatan Perak Piketnol) yang roboh akibat erupsi.

‘’Saat ini (kemarin) akses menuju lokasi masih tertutup, akibat patahnya jembatan Perak di Pronojiwo. Personil PLN akan segera mengamankan pasokan listrik di lokasi terdampak saat akses kembali dibuka, tentunya dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh personil dan berkoordinasi dengan BPBD dan TNI Polri,’’ papar Adi.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi turunnya abu panas lanjutan. Terutama di tengah intensitas hujan dan cuaca ekstrem yang menyertai. ‘’Bagi masyarakat jangan berada di dekat jaringan listrik, gardu, panel PJU ataupun pohon yang berpotensi roboh ketika terjadi cuaca ekstrem,’’ imbuhnya.

PLN pun telah melakukan jumlah langkah, yaitu koordinasi dengan BPBD untuk memastikan daerah atau zona yang aman dan zona bahaya, serta zona yang bisa dilewati oleh petugas PLN dalam upaya pengecekan instalasi dan penormalan.

Selain berfokus pada pemulihan suplai listrik, PLN juga telah menyiapkan Posko Darurat Bencana sebanyak tiga pos di ULP Tempeh, Posco Sumbe, Kacang dan Posco Penanggal. Serta menyiapkan bantuan berupa bahan makanan, logistik dan dapur umum untuk masyarakat setempat.

Selain itu, stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terpantau aman. Agung menjelaskan, PT Pertamina telah melaporkan bahwa stok dan distribusi BBM dan LPG di Kabupaten Lumajang terpantau aman. Sebanyak 17 SPBU dan 12 Agen LPG PSO (subsidi) masih beroperasi.

Begitu pun dengan SPBU di Kecamatan Pronojiwo dan Pertashop di desa terdekat wilayah terdampak, yakni di Desa Sumberurip, Sumberwuluh, Penanggal, dan Kloposawit masih beroperasi. ‘’Hanya saja suplainya dialihkan dari Fuel Terminal Malang ke Integrated Terminal Surabaya,’’ tutur Agung.(jpc/daf/rd)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Fahmi Akbar