Rizki Apriwijaya
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rizki Apriwijaya

RADARDEPOK.COM, DEPOK – 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Melalui momen itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya mengingatkan masyarakat untuk melindungi dan membentengi diri serta keluarga dari AIDS.

“Sebagaimana diketahui bersama kita sedang berjuang untuk memukul mundur Covid-19. Namun, tidak kalah penting untuk waspada terhadap paparan virus lainnya, salah satunya Virus HIV,” kata Rizki Apriwijaya dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Depok, Rabu (01/12).

Rizki Apriwijaya mengungkapkan, Hari AIDS Sedunia merupakan peringatan rutin tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global epidemi dari AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan penyebaran HIV (Human Immunodeficiency Virus).

“HIV tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Peringatan ini juga untuk mereka yang terkena penyakit tersebut. Pada Hari AIDS Sedunia 2021 mengambil tema, Akhiri Ketimpangan. Akhiri AIDS, “ tutur Rizki Apriwijaya.

Hingga saat ini, Rizki Apriwijaya menegaskan, belum ada obat untuk infeksi HIV. Namun, dengan meningkatnya akses ke pencegahan, diagnosis, pengobatan dan perawatan HIV yang efektif, infeksi HIV telah menjadi kondisi kesehatan kronis yang dapat dikelola.

“Ketersediaan layanan-layanan tersebut memungkinkan orang yang hidup dengan HIV untuk menjalani hidup yang panjang dan sehat,” terang Rizki Apriwijaya yang duduk di Komisi V DPRD Jabar ini.
Dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini menjelaskan, terdapat empat cara penularan HIV/AIDS, yaitu hubungan seksual, berbagi jarum suntik, produk darah dan organ tubuh, dan ibu hamil positif HIV ke bayinya.

“Virus HIV menular kalau melakukan hubungan seks yang tidak aman. Hubungan seks yang aman adalah apabila dia menikah dan berhubungan dengan istrinya, tidak berganti pasangan baik pria atau wanita. HIV juga dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama kehamilan dan persalinan,” jelasnya.

Namun, Rizki Apriwijaya menegaskan bahwa seseorang tidak dapat terinfeksi HIV melalui kontak biasa sehari-hari seperti berciuman, berpelukan, berjabat tangan, atau berbagi benda pribadi, makanan atau air.

“Jadi, kita harus jauhi penyebab tertular HIV. Namun, jangan jauhi ODHA (Orang Dengan HIV AIDS. Red), justru harus kita rangkul dan beri semangat untuk terus melanjutkan hidup mereka,” tegas Rizki Apriwijaya.

Sebab, dia melanjutkan, ODHA memiliki hak yang sama dengan orang lain dalam kehidupannya. Namun tak jarang dari mereka mengalami diskriminasi seperti dikucilkan oleh orang di lingkungannya karena takut tertular virus HIV.

“Virus HIV tidak mudah menular, bahkan cara penularannya pun sangat terbatas,” lanjutnya.

Selain itu, kata dia, orang dengan HIV yang menjalani terapi ART (antiretroviral) yang terdiri dari obat-obatan untuk menekan virus tidak dapat menularkan HIV ke pasangan seksual mereka. sehingga, akses dini ke terapi ART dan dukungan untuk tetap menggunakan pengobatan sangat penting.

“Hal ini tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan orang dengan HIV tetapi juga untuk mencegah penularan HIV. Mari kita lindungi dan bentengi diri serta keluarga dari penularan HIV,” ucap Rizki Apriwijaya. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah