Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya.
Anggota DPRD Jawa Barat, Rizki Apriwijaya.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kementerian Perhubungan memperketat perjalanan internasional terkait adanya varian baru virus Covid-19, B.1.1.529 atau Omicron. Karenanya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rizki Apriwijaya mengapresiasi langkah tersebut.

Namun, untuk lebih mengoptimalkan dan mendukung aturan tersebut, politikus milenial Partai Gerindra ini meminta agar pemerintah untuk menyediakan fasilitas karantina.

“Aturan ini jelas harus ditegakkan kepada siapapun, untuk menghambat varian baru Covid-19, yakni Omicron dari WNA maupun WNI dari luar negeri,” tutur Rizki Apriwijaya kepada Radar Depok, Selasa (30/11).

Sebab, sambung Rizki Apriwijaya, jika tidak diantisipasi dan diwaspadai sedini mungkin, dapat mengakibatkan varian baru tersebut dapat masuk ke Indonesia dan memicu gelombang ketiga pandemi.

“Dengan varian Delta kemarin saja, kita sudah sangat kesulitan. Maka dari itu, kita harus ketat terhadap Omicron ini,” katanya.

Selain itu, Rizki Apriwijaya melanjutkan, pemerintah perlu memperhatikan masa inkubasi Omicron agar penanganannya berjalan efektif. Selain rentang waktu yang perlu dievaluasi, sosialisasi protokol kesehatan juga perlu ditingkatkan untuk terus menjadi perhatian bersama.

Kemudian, fasilitas kesehatan juga perlu untuk menjadi perhatian supaya orang yang datang dari luar negeri bisa dengan nyaman menikmati fasilitas tersebut. Terlebih bagi pekerja migran Indonesia yang pulang ke Tanah Air, itu juga perlu menjadi prioritas pertimbangan.

“Peraturan pengetatan perjalanan internasional tersebut harus menjadi win-win solution untuk semua pihak, supaya semuanya bisa berjalan dengan lancar,” pungkas dia.

Diketahui, pemerintah melalui Kemenhub berencana memperketat perjalanan internasional menyusul merebaknya varian baru virus Corona yaitu B.1.1.529 atau Omicron.

Aturan itu merupakan turunan dari Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021 yang terbit Minggu, (28/11) sebagai respon meluasnya Omicron di berbagai negara. (cky)

Editor/Jurnalis : Ricky Juliansyah