relawan bikin lembaga
FOKUS : Sekolah relawan merilis IVOS diselingi dengan Talk Show bertema “Everyone can be a Volunteer, Every Volunteer is a Researcher”, di Markas Sekolah Relawan, Beji, Sabtu (05/12).
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sekolah Relawan bentuk Lembaga  Riset Kerelawanan Pertama di Indonesia “Institute for Volunteering Studies (IVOS)”. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat menjadi pusat kajian dan riset kerelawanan unutk pengembangan kerelawanan di Indonesia. 

CEO Sekolah Relawan, Dony Aryanto menjelaskan, menurut data tingkat partisipasi kegiatan kerelawanan di Indonesia mencapai 60 persen. Artinya, kerelawanan menjadi salah satu kegiatan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. 

“Angka tersebut jauh lebih tinggi dari semua negara dan tiga kali lipat lebih besar dari rata-rata tingkat partisipasi kerelawanan dunia (CAF 2021),” ujarnya, Minggu (05/12). 

Dony menyayangkan, tingginya partisipasi dan kegiatan kerelawanan di Indonesia, tidak dibarengi dengan hasil kajian ataupun penelitian kerelawanan. Maka dari itu, pihaknya memiliki inisiatif untuk membentuk sebuah lembaga kajian terkait relawan. 

Baca Juga  APPSBI Minta Kadiskominfo Jadi Ketua

“Guna mengisi kekosongan tersebut, Sekolah Relawan berinisiasi membentuk sebuah Lembaga kajian kerelawanan di Indonesia bernama Institute for Volunteering Studies,” bebernya. 

Menurutnya, tujuan dibentuknya IVOS sendiri adalah dapat menjadi pusat kajian dan riset kerelawanan untuk pengembangan kerelawanan di Indonesia. IVOS dibentuk dengan jiwa anak muda yang kreatif, hasil riset disajikan secara modern, dan terbuka untuk kolaborasi bersama organisasi kerelawanan di Indonesia.

“Hal tersebut selaras dengan identitas IVOS, yaitu Youth, Creative, Modern, and Collaborative,” tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Program Sarjana Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI, Ety Rahayu, mengapresiasi adanya IVOS. Dia menilai, kajian dan pengemngan isu-isu yang berkaitan dengan kerelawanan masih minim dilakukan. 

Baca Juga  G Coach Berikan Strategi Pengembangan Bisnis

Ety berharap, kajian dari para relawan dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

“Saya kira ini hal yang positif ya, jadi ada lembaga kerelawanan yang bersifat nasional yang mengkaji dan mengembangkan isu-isu yang terkait dengan kerelawanan,” tandasnya. (rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya