hari aids di depok
KHIDMAT: Pembacaan deklarasi kolaborasi pentahelix dalam menghentikan laju perkembangan kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), di Aula Teratai Gedung Balaikota Depok, Rabu (1/11). FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK РHari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk melakukan deklarasi kolaborasi pentahelix dalam menghentikan laju perkembangan kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Tercatat dalam kurun waktu sembilan tahun, 1.244 orang terjangkit penyakit menular seksual tersebut.

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, fenomena HIV/AIDS memang sampai saat ini masih belum ditemukan obatnya. Untuk itu, seluruh masyarakat diimbau agar menghindari melakukan hubungan seks sembarangan.

“Maka kita hindari dan jangan melakukan hubungan seks secara sembarangan, harus sesuai dengan pasangannya yang resmi dalam perkawinan. Agar diharapkan tidak terjadi kasus AIDS baru, baik yang berasal dari Kota Depok maupun di luar Kota Depok,” ujarnya kepada Radar Depok, Rabu (01/12).

Pemkot Depok telah berkolaborasi dengan pentahelix seperti dunia usaha, media, akademis, pemerintahan, sampai pada masyarakat yang di dalamnya ada MUI hingga komunitas dan LSM. Pemberdayaan dan pendampingan juga terus diberikan kepada penderita ODHA, setidaknya guna merubah stigma negatif dan memberikan semangat hidup.

Baca Juga : Pemerintah Siap Wujudkan Indonesia Sebagai Pusat Produsen Halal Dunia

“Yang dilakukan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, dan Dinas sosial dalam rangka membantu kepada Warga Peduli AIDS (WPA) kita yang ada di 11 kecamatan dalam rangka pemberdayaan kepada ODHA. Yang mereka memang mampu untuk beraktivitas itu harus kita rangkul, gak boleh kita jauhakan atau mendiskriminasikan, Jadi harus diberikan peluang pekerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Lizyawati mengungkapkan, bagi ODHA yang berisiko tinggi, dapat melakukan tes CVT HIV di puskesmas terdekat. Jika hasilnya positif, pendampingan akan diberikan.

“Pendampingingan kita punya LSM yang siap untuk mendampingi. Semuanya gratis mulai dari obat obatan, pemeriksaan sampai pendampingan, ini merupaksn tanggung jawab pemerintah untuk penanggulangan HIV AIDS ini,” tukasnya.

Kota Depok tidak bisa main-main dalam penanggulangan HIV/AIDS. Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok, Selama 2013-September 2021 terdapat 1.244 penyintas HIV/AIDS yang tersebar di Depok. (rd/daf) 

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya