sidang cabul
ILUSTRASI : Suasana jalannya salah satunsidsng di Pengadilan Negeri. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perkara pencabulan anak yang dilakukan salah satu pekerja Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani, di Perumahan Mutiara Depok, dengan terdakwa LLN alias Angelo atau Bruder Angelo, akan mendatangkan saksi ahli hukum dalam persidangan.

Kuasa Hukum Korban, Ermelina Singereta mengatakan, saksi ahli akan didatangkan oleh Jaksa Penuntu Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok, yang sebelumnya mendatangkan korban sebagai saksi dalam persidangan.

“Korban menerangkan dalam persidangan tentang kekerasan sekssual yang duduga dilakukan Terdakwa terhadap korban,” jelasnya, Kamis (02/12).

Diketahui perkara tersebut terdaftar dengan nomor 317/Pid.Sus/2021/PN Dpk. Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan Bruder Angelo terungkap di tahun 2019. Polisi menetapkan Bruder Angelo sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual anak-anak panti asuhan.

Bruder Angelo sempat ditahan selama tiga bulan oleh polisi, kemudian dilepaskan lantaran tidak cukup alat bukti berupa keterangan para korban. Hingga kemudian di tahun 2020, pelapor didampingi kuasa hukum membuat laporan baru ke Polrestro Depok.

Ditegaskan kuasa hukum korban, bila tidak ada toleransi bagi kejahatan/kekerasan seksual terhadap anak, apalagi bagi mereka sebagai pengasuh dan mengaku sebagai bruder di panti asuhan yang didirikan dan dikelola oleh Terdakwa.

“Jadi kami harapkan pelaksanaan sidang perkara memberikan keadilan bagi korban dan pelapor,” tegasnya.

Kejadian terungkap setelah tiga anak Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani, yang didirikan oleh Angelo, melaporkan pelecehan seksual ke Polrestro Depok.

Bahkan, dari informasi yang dihimpun membuka panti baru dan merekrut anak-anak lagi. Ada kekhawatiran kejadian serupa terulang, sehingga terjadi kecemasan atas nasib anak-anak korban pelecehan tersebut.

Terkini kabar didapat bila ketiga anak tersebut telah diamankan ke tiga tempat, yakni ke Cipanas Jawa Barat, Cempaka Putih Jakarta Pusat, dan Cipete Jakarta Selatan. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro