Mantan Ketua KNPI Kota Depok, Edmon Johan. FOTO: RICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Musyawarah Daerah (Musda) IX Komita Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok yang dihelat di Kinasih Resort, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Selasa (21/12) berujung ricuh dan deadlock.

Mantan Ketua KNPI Kota Depok, Edmon Johan mengaku miris dan prihatin terhadap perhelatan pesta demokrasi pemuda Depok yang berujung ricuh tersebut. Dia pun meminta agar KNPI Jawa Barat dapat mengambil sikap tegas serta mengurai permasalahan secara demokratis.

“Tentu melihat Musda adik-adik kita di KNPI Depok saya sangat miris dan prihatin. Insiden seperti ini tidak boleh ada lagi kedepannya,” tutur Edmon Johan saat berbincang dengan Radar Depok, Kamis (23/12).

Menurut Edmon, Musda menjadi forum penting untuk menggelorakan semangat dan awalan untuk perjuang pemuda Depok dalam berpartisipasi dalam pembangunan kota mereka. Sehingga, kericuhan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi jika dipersiapkan dengan matang dan seluruh pihak dapat memahami serta mengerti aturan mainnya.

“Baik PK dan OKP (Organisasi Kepemudaan) harus benar-benar memahami, baik fiur kandidat dan aturan main, memilih tokoh yang benar-benar nantinya akan memperjuangkan aspirasi para pemuda Depok,” katanya.

Karenanya, untuk menyikapi polemik yang terjadi dalam Musda IX KNPI Kota Depok, Edmon pun meminta agar KNPI Jawa Barat dapat turun tangan dan harus mampu menyelesaikan persoalan secar jernih dan netral.

“Karena saya melihat banyak kader-kader muda di Depok yang concern dan peduli terhadap pengembangan kepemudaan di sini,” terangnya.

Sebagai perwakilan generasi perintih dan juga turut andil mengibarkan panji KNPI di Depok, Edmon berharap agar KNPI Jawa Barat dapat segera menyelesaikan permasalahan itu dengan mengikuti aturan main dan AD/ART KNPI.

“KNPI Jabar harus bisa menyelesaikan permasalahan secara akumulatif, akomodiatif, melihat sisi keamanan, kenyaman dan mencapai tujuan serta menjaga marwah KNPI,” pungkas Edmon. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah