Oleh : Adi Suyitno, Arnisalia, Fitriana Rachmawati, Srinita Handayani (Universitas Pamulang)

 

SEPERTI yang kita ketahui saat ini  perkembangan teknologi dan informasi tumbuh sangat pesat. Hal ini juga akan membawa perubahan dalam masyarakat dan memiliki potensi besar bagi perubahan sosial. Hampir seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang dan usia memiliki dan menggunakan media sosial untuk memperoleh dan mengkomunikasikannya kepada publik.

Penggunaan teknologi informasi seperti media sosial dan digital mendorong warga untuk memanfaatkan peluang bisnis lainnya. Seiring berkembangnya ekonomi digital saat ini, media sosial serta e-commerce sangat dibutuhkan untuk meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan produk. Di masa pandemi Covid-19, hal ini seharusnya menjadi peluang besar bagi para pelaku wirausaha untuk meningkatkan strategi pemasaran produknya. Konsumen beralih ke media sosial karena terbatasnya aktivitas di luar rumah, sehingga para wirausaha perlu menggunakan media sosial dengan baik untuk mendorong penjualan.

Semakin berkembangnya dunia teknologi informasi saat ini maka dalam berwirausaha membutuhkan suatu media untuk memasarkan produknya lebih luas. Kurangnya pengetahuan Masyarakat kampung Lebak akan pengetahuan mengenai teknologi dan informasi membuat pendapatan atau penghasilan sebagai wirausaha tidak maksimal. Oleh karena itu, mengingat persaingan di era globalisasi yang semakin kompetitif dan bersifat global, maka warga Kampung Lebak perlu memanfaatkan teknologi informasi (TI) media sosial dan digital agar lebih kompetitif. Salah satu strategi untuk dapat bersaing adalah pemanfaatan teknologi informasi digital.

Dalam sosialisasi ini warga daerah Kampung Lebak diajarkan untuk meningkatkan produktifitas produksi sehingga didapatkan hasil yang optimal. Dengan mengenal teknologi informasi yang ada saat ini, maka sangat memungkinkan untuk mengemas produk-produk lebih bervariasi untuk meningkatkan pendapatan.

“Dunia ekonomi digital, seperti e-commerce memiliki banyak manfaat yang dapat menjadikan media sosial sebagai bagian dari pengembangan bisnis saat ini. Konsumen  tidak harus datang ke toko untuk memilih dan membeli produk yang ingin mereka beli. Dengan cara ini, konsumen dapat menghemat uang secara ekonomis dan pengusaha tidak perlu mengeluarkan biaya iklan, sehingga konsumen dapat menghemat biaya perjalanan dengan bertukar biaya, dan biaya pengiriman jauh lebih murah dan nyaman.” Ungkap Srinita selaku mahasiswa PMKM.

Melalui kegiatan sosialisasi ini tujuan kami untuk membekali warga wilayah Kampung Lebak dengan tambahan pengetahuan berwirausaha di saat-saat yang tidak terduga, seperti pandemi Covid 19. (*)