isoman untuk DPR
Anggota DPR yang dinyatakan positif Covid-19 akan menjalani isoman di hotel.

RADARDEPOK.COM – Warga Depok yang baru pulang dari luar negeri, baik bekerja maupun berwisata kini tarif hotel karantina sudah tidak lagi selangit. Rabu (22/12), Satgas Covid-19 mengatur tarif resmi hotel repatriasi untuk karantina Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), bagi pelaku perjalanan luar negeri. Harga hotel karantina tersebut berlaku mulai 20 Desember 2021.

Satgas Covid-19 menyebut saat ini tersedia 16.500 kamar hotel untuk karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri. Dari jumlah tersebut, saat ini telah terisi 70 persen. Di samping itu, pelaku usaha perhotelan telah memastikan siap menambah jumlah kamar jika diperlukan. Penambahan tersebut terutama untuk hotel bintang 2 dan bintang 3.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan, masyarakat yang baru kembali ke Indonesia bisa melihat hotel resmi, yang menyediakan layanan karantina di laman https://quarantinehotelsjakarta.com.

“Semua daftar hotel dimasukkan dalam web D-Hots, ada harganya di situ. Tadi kami minta PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) menampilkan berapa sisa kamar yang ada,” kata Wiku dalam keterangannya yang diterima Harian Radar Depok, Rabu (22/12).

Harga hotel karantina yang terpampang di laman tersebut, bervariasi berdasarkan lama masa karantina dan klasifikasi hotel. Biaya hotel karantina tersebut sudah termasuk 21 persen pajak dan servis dan jika ada permintaan double bed akan dikenakan biaya tambahan.

Dari harga hotel karantina tersebut pelayanan yang didapatkan yakni makan 3 kali sehari, laundry 5 pakaian per hari, transportasi dari bandara ke hotel, biaya tenaga kesehatan dan tes PCR 2 kali.

Wiku menyebutkan, saat ini telah tersedia 16.500 kamar hotel di Jabodetabek untuk karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri. Saat ini, 70 persen dari kamar tersebut sudah terisi.  “Saat ini tersedia 16.500 kamar, saat ini 70 persen terisi. Sejauh ini PHRI telah komit untuk menambah jumlah kamar bila diperlukan, terutama untuk hotel bintang 2 dan 3,” ujar Wiku.

Sementara, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menjelaskan, berbagai hal tentang hotel karantina yang saat ini tengah menjadi sorotan karena harga paket karantinanya yang dinilai mahal. Padahal, harga hotel sudah ditambahkan dengan beberapa fasilitas yang didapatkan seperti makan tiga kali sehari, cucian untuk lima potong pakaian per hari, transportasi dari bandara ke hotel, hingga tes PCR sebanyak dua kali.

“Jadi hotel karantina adalah hotel yang diperuntukkan bagi pelaku perjalanan luar negeri, baik itu WNI maupun WNA yang datang ke Indonesia. Semua masuk ke hotel karantina,” kata Maulana, Rabu (22/12).

Dia mengatakan, mahalnya tarif hotel karantina harus dilihat dari jenis hotel yang digunakan. Sebab, antara hotel bintang lima dan hotel bintang dua, tiga, atau empat memiliki segmen market yang berbeda.

“Jadi yang namanya hotel karantina itu sudah terbagi antara hotel bintang dua, tiga, empat, dan lima. Jadi masing-masing bintang untuk menyesuaikan dari segmen pasarnya atau kemampuan dari konsumen untuk mengambil atau memilih hotelnya,” ujar dia.

Maulana mengatakan, masyarakat bisa melihat biaya hotel karantina dalam situs web yang telah disiapkan, yakni quarantinehotelsjakarta.com. Seluruh harga dan fasilitas paket hotel karantina sudah tercantum dalam situs web tersebut. Situs web tersebut juga menghubungkan konsumen langsung dengan hotel yang nantinya pihak hotel akan memberikan QR code kepada konsumen. “Makanya, kami imbau pelaku perjalanan luar negeri sebelum kembali ke Jakarta agar melakukan reservasi dulu,” kata dia.

Maulana menegaskan, paket hotel karantina tidak sama dengan membayar kamar untuk staycation atau kamar untuk menginap pada umumnya. Sebab, harga paket sudah ditentukan, tidak berdasarkan best avalaible rate (BAR) atau harga terbaik pada hari itu yang biasa diterapkan dalam penjualan ketersediaan hotel atau tiket pesawat. “Ini tidak terjadi pada hotel karantina karena dia paket, dia fixed rate,” ucap dia.

Meskipun hotel karantina diperuntukkan bagi WNI atau WNA yang pulang dari luar negeri, ada pengecualian bagi WNI yang tidak masuk ke hotel karantina. Antara lain karena mereka adalah pekerja migran Indonesia (PMI) atau pelajar, dan beberapa komponen lain. Mereka akan dikarantina di Wisma Atlet Kemayoran atau saat ini di Rusun Nagrak yang tidak dipungut biaya.

“Tapi kalau yang sifatnya wisata, bisnis, semuanya wajib masuk hotel termasuk WNA yang mungkin kalau tidak masuk ke sifat-sifat tertentu,” kata Maulana.

Apabila saat karantina di hotel mereka ditemukan positif Covid-19, kata dia, mereka akan segera dipindahkan untuk isolasi mandiri, baik itu di hotel, rumah sakit, maupun wisma atlet. Adapun saat ini hotel karantina difokuskan di kawasan Jabodetabek. Hal tersebut dikarenakan bandara yang menerima maskapai asing dan pintu masuk WNI pelaku perjalanan ke luar negeri dan WNA travel corridor berada di Cengkareng, Jakarta.

Perlu diketahui, sebanyak 72 hotel di Jabodetabek digunakan sebagai tempat karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri. Daftar hotel mana saja yang bisa digunakan untuk karantina sudah diterbitkan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sejak beberapa hari lalu.

Hotel yang disediakan untuk karantina atau hotel repatriasi tersebut terdiri dari hotel bintang dua hingga bintang lima. Menurut Koordinator Hotel Repatriasi dari PHRI, Vivi Herlambang, jumlah ketersediaan kamar untuk karantina sampai saat ini tinggal sekitar 30 persen.

“Sampai Senin, 20 Desember 2021, jumlah kamar yang dihuni untuk karantina di hotel sudah mencapai 70 persen dari 16.588 kamar yang disediakan. Kalau berapa rinciannya dari tiap hotel kita belum menghimpun datanya,” terang Vivi.

Besaran tarif hotel berbeda-beda sesuai dengan kelas. Terdapat hotel bintang 2,3,4,5, sampai luxury. Masa karantina terbagi dalam dua sesi, yakni 9 malam 10 hari dan 13 malam 14 hari. Untuk karantina 10 hari, tarifnya mulai dari Rp6,7 juta (bintang 2) sampai dengan Rp21 juta (deluxe). Biaya 14 hari karantina mulai dari Rp9 juta sampai 28,5 juta.(JPC/rd)

Editor : Fahmi Akbar