pinjol tangerang

RADARDEPOK.COM, TANGERANG – Akibat terlilit utang pinjaman online (pinjol) hingga bank harian sampai Rp 65 jut, Mila Kusuma (41) yang merupakan seorang ibu empat anak di Kabupaten Tangerang berniat menjual ginjalnya.

Mila menceritakan mulai terlilit utang ketika berstatus janda lantaran suaminya meninggal dunia lima tahun yang lalu. Dia mengaku sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari karena minimnya penghasilan.

“Iya (pinjaman online) ada di Google, bank harian kurang-lebih ada 14 orang, bank mingguan, bank duduk ada enam, bank online bulanan. Iya satu yang bulanan. Jadi ditotal semua itu kurang-lebih itu (Rp 65 juta). Jadi uang segitu saya bertahap. Selama 5 tahun itu saya muter-muterin itu. Saya buruh cuci gosok sempet berdagang sebentar tapi bangkrut,” kata Mila..

Warga Kampung Rawa Lini, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, ini mengaku sudah kebingungan bagaimana cara melunasi utang-utangnya tersebut. Dia bahkan mengaku berniat menjual ginjalnya.

“Iya saya ikhlas lillahita’ala jika memang ini jalannya buat bisa nutupin utang saya, karena tidak ada lagi yang bisa saya jual,” ucapnya.

Baca Juga : Menkominfo Tambah Target Pelatihan Talenta Digital Tahun 2022

Lebih lanjut, Mila mengaku tidak memiliki tabungan ketika ditinggal suaminya meninggal dunia. Penghasilannya dari buruh cuci dan gosok pun juga tidak cukup untuk mengurangi utangnya.

“Jadi di tinggal suami saya nggak punya tabungan. Waktu itu masih punya cicilan angsuran motor dan juga udah punya utang mingguan. Sehari Rp 50 ribu gaji saya,” ungkapnya.

Mila menyebut sudah meminta bantuan kepada beberapa pihak untuk membantu membayar utangnya. Namun, sampai saat ini belum ada satu pun yang membuahkan hasil.

“Lampiran surat saya sudah minta bantuan ke DKM masjid setempat, terus minta ke bapak lurah, juga ke polsek yang saya udah lampirkan. Ini cari solusi dan bantuan,” keluhnya.

Dia bahkan sudah menjual berbagai barang miliknya untuk melunasi utang pinjol serta utang bank hariannya. Barang-barang milik anaknya pun turut dijual untuk menambal utangnya.

“Jual motor, jual kulkas pendingin minuman, kulkas kredit belum lunas saya jual terus jual emas anak saya 10 gram itu anak pertama saya kan ada 6 bulan ke sini baru nikah terus jual itu. Pinjem emas tetangga, terus terakhir kemarin anak saya jual handphone-nya,” tuturnya.

Kemudian, terkait niat menjual ginjal, Mila mengaku tidak mendapat restu dari anak-anaknya. Meski begitu, dia tetap berencana melakukan hal tersebut lantaran sudah tidak ada lagi jalan.

“Ya anak-anak tidak mengizinkan (jual ginjal), cuma kan balik lagi saya kasih penjelasan kan udah selama saya nggak bisa bayar, saya hidup sudah nggak nyaman, saya pergi pagi pulang malam. Bank keliling yang harian kan tidak ngerti nungguin di rumah, kadang ada yang sopan, ada yang galak,” jelasnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya