minyak sayur
ilustrasi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Modus investasi minyak sayur kembali terungkap, dengan terduga pelaku baru atas nama NH bersama sang suami yang berhasil menipu Rp314 juta. Modusnya, Pre Order (PO) minyak sayur tapi tak kunjung datang minyak tersebut.

Pemilik Toko Serba Ada (Toserba) Kabsya, Yanti menjelaskan, pihaknya tertipu sejak Agustus lalu dengan total kerugian Rp314 juta, yang dilakukan lima kali tahap pengiriman ke rekening pelaku.

Tahapannya, dibeberkan Yanti pada PO pertama tanggal 31 Agustus senilai Rp112 juta, PO kedua 1 September Rp80 juta, PO Ketiga tanggal 2 September Rp70 juta, PO keempat tanggal 7 September Rp75 juta, dan terakhir PO kelima tanggal 2 Oktober Rp24 juta. Seluruh bukti transferan masih disimpan rapi korban.

“Sampai sekarang tidak ada kabar. Kami sudah datang ke rumahnya di RT1/10 Bulak Timur Cipayung. Tapi tidak ada, katanya sudah pergi,” terang Yanti saat dikonfirmasi Radar Depok.

Yanti menerangkan, tertipu ketika bertransaksi sebanyak 14 kali yang berjalan lancar, dengan nilai setiap transaksi di bawah Rp100 juta. Namun ketika transaksi ke-15, dengan total keseluruhan Rp 314 juta, penipu tersebut sampai saat ini hilang kabar.

Bahkan, ketika awal merasa ditipu, Yanti menuturkan, telah menyeret penipu tersebut ke Polres Metro Depok. Lalu, membuat perjanjian untuk mengembalikan sejumlah uang yang masuk dalam kurun waktu dua hari.

“Tapi itu sudah lewat. Kami membawa penipu ke polisi itu pada tanggal 23 November kemarin tepat jam 12 malam, tapi sampai sekarang tidan dikembalikan, justru kabur dan sudah tidak ada dirumahnya di Bulak Timur Cipayung,” ungkapnya.

Bahkan pada perjanjian yang disaksikan langsung puhak Polres Metro Depok, pelaku menjamin sertifikat tanah. Sehingga pelaku bisa lolos dari ruang Polres Metro Depok.

Dirinya yang juga mempunyai keluarga dari kepolisian, berusaha mencari keberadaan korban, yang diketahui berada di kawasan Katu Lampa dan berpindah ke Bojonggede kabupaten Bogor.

Tapi hal tersebut sia-sia karena saat disantroni ke titik dimana penipu tersebut berada, namun sayang penipu tidak berada di lokasi tersebut.

“Saya tanya orang sekitar, katanya cuma kontrak sebulan. Itu juga tidak ditempati sampai waktunya habis,” kata Yanti.

Yanti menduga, modus penipuan minyak sayur sama dengan para korban yang tertipu belum lama ini. Pertama menjanjikan harga murah dengan trasaksi awal yang baik dan benar.

Setiap korban juga dijanjikan, bila ada beberapa karton minyak sayur yang terpending pesanannya, sehingga korban mau tergiur dengan minyak sayur tersebut yang tidak jadi di beli.

“Terakhir saya ditipu modelnya seperti itu. Jadi ada puluhan karton yang gagal dibeli atau dipending, lalu kita disuruh beli sebelum diambil orang, dengan harga yang sangat murah,” terang Yanti.

Diketahui, pesenan minyak goreng Yanti yang hingga kini belum didapatnya, atas pesenan sekitar 10 pelanggannya yang biaya pembeliannya ditanggung dulu oleh korban. Alhasil Toserba milik Yanti harus merugi ratusan juta. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro