Toto juara nuklir
Guru SMAN 2 Depok, Toto Suryo Suprapto (kanan) yang menjadi juara dalam video pembelajaran tentang nuklir yang diadakan IAEA bersama Kepala SMAN 2 Depok, Siti Faizah.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Toto Suryo Suprapto, seorang guru Fisika di SMAN 2 Depok berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Dimana, Toto berhasil menjadi juara dalam ajang Nuclear Science and Technology Education Competition for Secondary Level Student and Teacher yang diadakan International Atomic Energy Agency (IAEA).

Toto berhasil menjadi juara dalam kategori mata pelajaran Fisika. Dimana, dalam ajang tersebut, untuk level guru ada tiga kategori mata pelajaran, yakni Fisika, Kimia, dan Biologi. Ini adalah lomba yang diadakan IAEA untuk regional Asia-Pasifik.

Dengan prestasinya tersebut, Toto pun mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi kantor IAEA di Wina, Austria selama sepekan yang rencananya akan dilakukan pada bulan Mei 2022.

Toto menjelaskan, perlombaan tersebut bersifat online karena masih dalam masa pandemi. Jadi, dirinya membuat video pembelajaran untuk siswa yang menjelaskan tentang analogi teknologi nuklir dengan durasi 5 menit.

Awalnya, Toto masih terfikirkan untuk mengikuti lomba tersebut hanya sekedar mengirimkan video saja ke situs yang sudah disediakan pihak IAEA dengan deadline 31 Agustus 2021. Namun, ternyata pada saat mengirimkan video tersebut pada saat akhir deadline, dirinya diberitahukan oleh panitia harus menyerahkan berkas data diri juga dan membuat akun di website tersebut.

“Beruntungnya saja, ternyata waktu pendaftaran diperpanjang sepekan. Jadi, saya ada kesempatan untuk mengumpulkan berkas dan membuat akun. Sehingga, saya bisa mengikuti lomba tersebut,” terangnya.

Baca Juga : Drainase Jalan Komjen M Jasin Dipercantik

Sungguh mengejutkan, selang beberapa lama di bulan November dirinya mendapatkan email yang menyatakan dirinya lolos 10 besar untuk mata pelajaran Fisika regional Asia-Pasifik, dan diberikan kesempatan untuk mengikuti tahapan berikutnya yang diadakan secara online pada 24 November 2021.

“Dari Indonesia tidak hanya saya yang lolos ke 10 besar. Tetapi ada juga guru lainnya yang lolos, namun di mata pelajaran Kimia,” tuturnya.

Di tahap 10 besar tersebut, Toto akan menghadapi tes wawancara secara online dari seorang moderator dihadapan empat orang panitia, yakni dari pihak IAEA, lalu ada tiga profesor dari Jepang, India, dan China. Namun, yang bertanya hanya seorang moderatornya saja, sedangkan tiga profesor hanya memberikan nilai dari jawaban Toto.

Pertanyaan dari moderator tersebut, yakni tentang bagaimana memperkenalkan teknologi nuklir baik di dalam kelas atau di luar kelas. Toto pun menjelaskan yang menjadi problematikanya, masih banyak siswa yang beranggapan nuklir adalah sebuah bom penghancur. Padahal, nuklir bisa dimanfaatkan untuk energi baru, dan juga bisa bermanfaat untuk energi listrik dan perkebunan atau pertanian. Jadi, teknologi nuklir yang inti fisi berantai tidak terkendali itu disebut bom, namun yang terkendali di reaktor nuklir bisa menjadi sumber energi dan penelitian.

“Saya diberikan kesempatan untuk presentasi 1 menit, lalu menjawab pertanyaan 2 menit. Jadi, total hanya sekitar beberapa menit saja proses wawancara tersebut, dan itu bobot nilainya 20 persen. Lalu bobot paling besarnya adalah penilaian dari video yang dibuat, yakni mencapai 50 persen,” terangnya.

Sedangkan untuk bobot nilai yakni 30 persen, dilihat dari sejauh mana ketertarikan publik terhadap video yang diunggah di website IAEA. Jadi, berapa banyak orang mengakses video berdurasi 5 menit tersebut dan memberikan like.

“Namun yang menjadi tantangannya adalah, seseorang bisa memberikan like tersebut jika menonton videonya sampai selesai. Jika hanya nonton beberapa menit saja, tidak keluar tombol pilihan like-nya,” jelasnya.

Baca Juga : Predator Seks Beji Garap 15 Anak, Pemerhati Anak :  Pemerintah Harus Komitmen Menanggapi Kasus Ini

Selang sehari kemudian, yakni 25 November waktu pengumuman pemenang pun dilakukan secara online. Dimana, saat pengumuman tersebut, Totol sempat tidak percaya kalau ada ada gambar dirinya di daftar orang-orang pemenang dari tiap mata pelajaran. Dimana, untuk kategori mata pelajaran Fisika dan Kimia berhasil dimenangkan peserta asal negara Filipina. Toto menjadi pemenang dalam kategori mata pelajaran Fisika.

Dengan keberhasilan tersebut, dirinya pun diberikan kesempatan untuk pergir ke kantor IAEA di Wina, Austria. Toto diberikan sebuah pilihan apakah akan pergi ke Wina tersebut pada 16 Mei, 23 Mei, atau 20 Juni 2022. Dirinya pun memiliki 16 Mei, namun keputusan tetap ada di IAEA, dan kondisi pandemi virus Korona (Covid-16).

“Menjadi pemenang tersebut adalah sebuah kado yang sangat istimewa, karena bertepatan pada peringatan Hari Guru di Indonesia, yakni 25 November,” jelasnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya