pembaretan menwa UPN
BUBARKAN MENWA : Spanduk bertuliskan 'Menwa Berhutang Nyawa' sebagai ungkapan kekecewaan Aliansi UPNVJ Bergerak kepada Resimen Mahasiswa (Menwa) UPN Veteran Jakarta yang telah menyebabkan rekan mereka meninggal dunia.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Aliansi UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) Bergerak kecewa dengan sikap pihak kampus yang tak libatkan mahasiswa dalam Komisi Disiplin (Komdis) untuk menemukan bukti meninggalnya mahasiswa saat kegiatan pembaretan Resimen Mahasiswa (Menwa).

“Kami tidak dilibatkan sama sekali. Hanya pihak rektorat dan dosen yang ada di Komdis,” jelas Rama Fathurachman kepada Radar Depok, Rabu (01/12).

Tidak dilibatkannya mahasiwa maupun BEM dalam Komdis, dinilai Rama membuat penemuan kesalahan dan kelalaian berjalan lambat.

Padahal bila dilihat dari kegiatan pembaretan Menwa yang tidak ada izinnya, lalu penanganan darurat medis yang tidak mumpuni hingga membuat mahasiswi jurusan Fisiotherapy angkatan 2020 atas nama Fauziyah Nabila meninggal dunia, itu telah jelas jika Menwa sudah seharusnya dibubarkan.

Baca Juga : Sembilan Tahun 1.244 Kasus HIV/AIDS di Kota Depok

“Meninggal itu pada tanggal 25 September, Komdis terbentuk 1 November tapi baru rilis nanti pertengahan Desember. Ini berjalan lambat ya,” tegasnya.

Aliansi UPNVJ menduga mahasiswi yang meninggal akibat melangsungkan jalan jauh (longmach) sekitar 10 kilometer ketika kegiatan pembaretan Menwa. (rd/arn) 

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya