wakil wali kota

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, mendapat kepercayaan menjadi pembicara dalam diskusi internasional Smart Green Campaign 2021. Kampanye Hijau Pintar yang digagas School of Strategic and Global Studies Universitas Indonesia (SSGS UI) dan Universitas UCSI Malaysia, akan digelar via virtual di Indonesia dan Malaysia, Kamis (2/12).

Imam bakal tampil bersama sejumlah pembicara dari dua negara serumpun itu yaitu Direktur Eksekutif SDGs Universitas UCSI Malaysia Norani Abu Bakar. Lalu dari Pusat Inovasi Rendah Karbon, Universitas UCSI Malaysia Teng KahoHou.

Kemudian ada juga Bupati Minahasa Utara, Joune J. Ganda, Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) Indonesia dan penyelenggara atau Manager Smart and Green Campaign 2021 dari UI, Dr. Lin Yola.

Imam mengatakan, dirinya akan turut memberi sumbangsih pikiran dalam isu perubahan iklim dan pemanasan global. Menurutnya, perubahan iklim dan pemanasan global adalah hal yang nyata. Dengan demikian, diperlukan kebijakan yang berkelanjutan dan tidak berdiri sendiri.

“Kampanye virtual ini menawarkan diskusi intelektual dan berbagi pengalaman tentang praktik Smart Green, di antara pembuat kebijakan, akademisi dan LSM kepada masyarakat yang ada di Indonesia dan Malaysia,” kata Imam, Rabu (1/12).

Lebih lanjut, ujar Imam, berbagai pemikiran mengenai program-program milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mewujudkan Kota Hijau dan Pintar akan dibagikan oleh dirinya. Tak hanya program-program startegis Pemkot Depok, dia juga bakal memperkenalkan peran serta masyarakat yang ikut membantu Pemkot mewujudkan Kota Hijau dan Pintar.

“Seperti peran dari bank sampah Kota Depok maupun komunitas-komunitas yang dibentuk oleh masyarakat. Antara lain, Komunitas Ciliwung, Komunitas Situ atau Pokja Situ dan Kelompok Tani. Mari menjadi bagian untuk dunia yang berkelanjutan,” tandasnya. (ADV)

Kesimpulan yang Disampaikan Imam Budi Hartono

Visi dalam RPJMD 2006 -2026:

Kota Depok sebagai kota niaga dan jasa yang berwawasan lingkungan dan religius.

Visi dalam RPJMD 2021 – 2026:

Kota Depok maju, berbudaya dan sejahtera

Misi dalam RPJMD 2021 – 2026:

  1. Meningkatkan pembangunan inrastruktur berbasis teknologi dan berwawasan lingkungan.

  2. Meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang modern dan partisipatip.

  3. Mewujudkan masyarakat yang religius dan berbudaya berbasis kebhinekaan dan ketahanan keluarga.

  4. Mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing.

  5. Mewujudkan kota yang sehat, aman, tertib dan nyaman.

Membangun Kota Hijau dan Cerdas

Landasan

  • Tujuan Pembangunan Berkelanjutan:

Air bersih dan terjangkau – Menjamin akses atas air dan sanitasi untuk semua

Energi bersih dan terjangkau – Memastikan akses pada energy yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan dan modern untuk semua.

Kota dan komunitas berkelanjutan, membuat perkotaan menjadi inklusip, aman, kuat, dan berkelanjutan.

Penangan perubhan iklim – mengambil langkah penting untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya.

Ekosistem darat – mengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, menghentikan dan merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati.

  • Global Warming dan Perubahan Iklim.

  • Produksi Sampah Kota Depok dan overload TPA Cipayung.

  • Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan Perda RTRW Kota Depok.

Kondisi Kota Depok :

  1. 23 situ di Kota Depok (kondisi situ-situ di Depok dan kegiatan dan kewenangan).

  2. 3 sungai besar di Kota Depok: Ciliwung, Pasangsanggrahan, Cikeas (kewenangan dan kondisi)

  3. Kebijakan Anggaran: Kondisi APBD Kota Depok (3,2 T dan uraiannya) dan Anggaran untuk program Kota Hijau dan Cerdas / Dinas yang menangani. (DLHK dan DKP3)

  4. Kebijakan Hukum: Perda No. 3/2018 tentang Penytelenggara Kota Hijau dan Perwa Depok No. 15/2019 tentang Pengurangan penggunaan Kantong Belanja Plastik dan Wadah/Kemasan Makanan dan Minuman.

  5. Pemberdayaan Warga: Bank sampah, Komuniktas Lingkungan, dukungan dari Universitas sekitar.

Bank Sampah Kota Depok

  • Jumlah sebanyak 317 tingkat RW dan 2 Bank Sampah Induk (jumlah RW di Depok 925 RW)

  • Berdiri sejak 2011, tugas : memilah sampah dan pemberdayaan warga, belum pemanpaatkan sampah organik

  • Membentuk Koperasi Minyak Jelantah dan Sampah

  • Perlu Revitalisasi Organisasi

  • Back up Pemerintah untuk suksesnya program Zero Waste

Komunitas Lingkungan Hidup

  • Komunitas Ciliwung

  • Komunitas Situ/Pokja Situ

  • Kelompok Tani