vaksin booster
PERDANA PFIZER: Pelaksanaan vaksinasi Pfizer yang berlangsung di RSUD Kota Depok. Sebanyak 200 dosis vaksin diberikan kepada masyarakat Kota Depok, Rabu (25/8). FOTO: ARNET KELMANUTU/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Masyarakat Kota Depok yang sudah dua kali vaksin siap-siap disuntik vaksin booster Covid-19. Sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), 12 Januari 2022 penyuntikan vaksin dosis ketiga mulai dilakukan. Kota Depok bersama Bekasi dan Jakarta bisa lebih dulu menerima booster. Kepastian itu menyusul syarat 70% suntikan pertama dan 60% suntikan kedua, sudah terpenuhi.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, mulai 12 Januari 2022, pemberian beragam jenis vaksin booster Covid-19 atau dosis ketiga kepada masyarakat umum akan dilaksanakan. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi masyarakat untuk bisa mendapatkan suntikan beragam jenis vaksin booster (vaksin dosis ketiga), yang tahap awal akan berlangsung di 244 kabupaten/kota di Indonesia. Syarat mendapat beragam jenis suntikan vaksin booster (vaksin dosis ketiga). Pertama, vaksin booster ini diberikan ke golongan dewasa di atas 18 tahun sesuai dengan rekomendasi WHO.

Kedua, penerima vaksin booster hanya mereka yang tinggal di kabupaten/kota yang 70 persen masyarakatnya sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama dan 60 persen untuk dosis kedua. Ketiga, vaksin booster dapat diberikan kepada mereka yang telah menerima dosis kedua lebih dari enam bulan. Ada sekira 21 juta sasaran di Januari 2022 yang sudah masuk ke kategori ini.

Budi juga menyebut, jenis vaksin booster yang akan disuntikkan kepada calon penerima ada yang jenisnya sama dengan vaksin pertama dan kedua atau berbeda. “Untuk jenis vaksin booster-nya akan ditentukan nanti. Ada yang homolog (jenis yang sama) dan ada yang heterolog (jenis vaksin berbeda),” kata Budi.

Terkait jenis vaksin ini, Menkes Budi berharap dapat segera diputuskan pada 10 Januari 2022. “Setelah keluar rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),” bebernya.

Menkes mengungkapkan, vaksin booster sudah diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) sejak tahun lalu. Selanjutnya, dia mengatakan kelompok lanjut usia (lansia) akan mendapat booster secara gratis asalkan terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

“Jumlahnya ada 83,1 juta orang yang ditanggung APBN dan disiapkan 92 juta vaksin. Sisanya biaya mandiri dengan total 125,2 juta orang atau setara 139 juta vaksin. Untuk vaksinasi ini ada cadangan vaksin 10 persen,” ujar Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disarkan di Youtube DPR RI, Selasa (14/12/2021).

Selain itu, pemerintah juga tengah menggodok aturan vaksinasi booster berbayar untuk masyarakat umum. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai membuka Health Business Gathering 2021 di Nusa Dua, Bali (3/12/2021). “Rakyat kita kelas bawah tidak bayar atau gratis, itu kira-kira 100 juta orang. Yang lainnya bayar. Saya pasti bayar lah,” kata Luhut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, provinsi dengan capaian vaksinasi di atas itu antara lain Jakarta. Dari target sasaran vaksinasi sebanyak 8,3 juta orang, realisasinya 143% untuk vaksinasi pertama setara 12 juta orang lebih. Lalu untuk vaksinasi kedua jumlahnya 113% atau sebanyak 9,5 juta orang.

Sedangkan di Jawa Barat, dari target 37 juta lebih, vaksinasi pertama sudah 76,5%, dan vaksinasi kedua baru 53,7%. Namun, bila dilihat dari rincian kabupaten/kota, beberapa wilayah di Jabar sudah bisa memenuhi, antara lain Kabupaten Bekasi vaksinasi pertama 70%, dan vaksinasi kedua 61%. Kemudian Kota Bekasi, vaksinasi pertama 83% dan vaksinasi kedua 67%.

Kemudian Kota Depok, vaksinasi pertama sudah 79%, dan vaksinasi kedua sudah 63%. Namun, untuk kota Bogor, vaksinasi pertama sudah 70%, tapi untuk yang kedua masih 47%.

Sementara, Kepala Divisi Penanganan Satgas Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo menyebut, memang saat ini capaian vaksinasi di Kota Depok sudah 79,35% dosis pertama dan 63% dosis kedua, sementara dosis ketiga baru 0,71%,  dari target sasaran 1.613.557 jiwa. Bila dilihat dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, baru Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang sudah dibooster dengan capaian 104% atau 11.608 jiwa. Sisanya belum dibooster semua.

Menurutnya, jika memang Kota Depok dapat kesempatan pertama divaksin booster. Pihaknya akan kordinasi dengan Dinkes serta dinas lainnya dalam pelaksanaan. Yang jelas penerima vaksin ketiga diatas 18 tahun dan sudah dua kali divaksin. “Satgas siap berkoordinasi dengan dinas untuk pelaksanaanya,” tandasnya.(rd)

Editor : Fahmi Akbar