pbb
TAAT PAJAK : Suasana di loket pelayanan PBB dan BPHTB Kantor Pemerintah Kota Depok. Diketahui BKD telah mencapai target di tahun 2021.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meski dihajar pandemi Covid-19. Badan Keuangan daerah (BKD) Kota Depok tak diragukan dalam pencapaian target. Terbukti tahun 2021 pihaknya mampu melampaui target, baik PBB maupun BPHTB.

Kepala Bidang Pajak Daerah II BKD Kota Depok, Muhammad Reza menjelaskan, 2022 pihaknya memasang target dengan total Rp 827,411,689 untuk PBB maupun BPHTB, dengan rincian PBB sebesar Rp 369,161,689. BPHTB Rp 458,250,000.

“Kita sangat optimis sekali ya, karena di tahun sebelumnya kami melampaui target,” tegas Reza kepada Radar Depok, Kamis (20/1).

Sesuai demgan Surat Keputusan Walikota Nomor : 903/25/Kpts/BKD/Huk/2021 pada poin kedua, kenaikan pembayaran pokok ketetapan PBB-P2 akibat penyesuaian NJOP permukaan bumi akan diberikan faktor pengurangan atas selisih kenaikan pembayaran tersebut sebesar, 100 persen untuk tahun 2021 dan 50 persen pada tahun 2022.

“Jadi sesuai SK Walikota akan ada pengurangan PBB ditahun 2022 sebesar 50 persen,” ungkapnya.

Dijelaskan Reza, namun pengurangan tersebut ada ketentuan dan dasar penghitungan, yaitu, pertama untuk SPPT PBB-P2 yang tidak mengalami perubahan presentase tarif PBB-P2. NJOP bumi permeter persegi ketetapan PBB-P2 tahun berjalan dikurangi NJOP bumi permeter persegi ketetapan akhir PBB-P2 tahun berjalan, dikalikan tarif yang berlaku, dikalikan prosentase pada Diktum kedua sesuai tahunnya.

“Untuk lebih lengkapnya, bisa darang ke petugas di pelayanan,” lanjut Reza.

Perlu diketahui, capaian maksimal telah direalisasikan Reza bersama jajaran di BKD. Pada 2021 dengan memasang target PBB sebesar Rp 289 juta dan berhasil direalisasikan Rp 307 juta lebih atau setara persentasi 106,35 persen.

Selanjutnya, terkait BPHTB target yang dipasang pada 2021 sebesar Rp445 juta dan berhasil direalisasikan senilai Rp 517 juta lebih dengan persantasi 116,19 persen.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Depok melalui jajaran Bidang Pajak Daerah II berhasil menyerap dengan total keseluruhan Rp824 juta lebih.

“Jadi dari PBB itu lebih sekitar Rp18 juta dan BPHTB lebih sekitar Rp72 juta,” tutup Reza. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro