SOSIALISASI : Abdul Harris Bobihoe saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada siswa SMA Negeri 16 Kota Bekasi yang beralamat di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi , Kamis (20/01), ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Abdul Harris Bobihoe meminta agar siswa dan umumnya pemuda dapat menjadi pioner untuk penerapan prilaku dan budi pekerti sesuai Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Abdul Harris Bobihoe saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada siswa SMA Negeri 16 Kota Bekasi yang beralamat di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi , Kamis (20/01).

Saat dikonfirmasi Radar Depok, Abdul Harris Bobihoe yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi V DPRD Jabar ini menjelaskan, salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukannya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 1.128 suku bangsa dan bahasa, ragam agama dan budaya di sekitar 16.056 pulau.

“Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keIndonesiaan,” tutur Abdul Harris Bobihoe.
Abdul Harris Bobihoe menerangkan, empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

Sedangkan, sambung Abdul Harris Bobihoe, pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh.

“Bila tiang rapuh maka bangunan akan mudah roboh,” katanya.

Empat pilar, Abdul Harris Bobihoe melanjutkan, disebut juga fondasi atau dasar yang menentukan kokohnya bangunan. Dan, Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat.

“Dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” lanjutnya.

Konsep Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Abdul Harris Bobihoe pun menekankan bahwa empat pilar tersebut tidak dimaksudkan memiliki kedudukan sederajat. Setiap pilar memiliki tingkat, fungsi dan konteks yang berbeda.

“Pada prinsipnya, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, kedudukannya berada di atas tiga pilar yang lain. Empat pilar tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa empat pilar tersebut adalah prinsip moral keIndonesiaan yang memandu tecapainya kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” terang Abdul Harris Bobihoe.

Saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMAN 16 Kota Bekasi, Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini meminta agar siswa sebagai generasi penerus bangsa dan akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan.

Dewan yang murah senyum dan ramah terhadap publik dan media ini pun mengaku optimis kepada pemuda, khususnya siswa di lingkungan sekolah bisa terus menjaga dan memperkuat nilai-nilai empat pilar kebangsaan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jabar ini pun berharap agar apa yang disampaikan dalam Sosialisasi Empat Pilar ini, para peserta dapat menyampaikan kembali dan memberikan wawasan yang telah didapat.

Jadi, ada ketuk tular, tidak hanya peserta saja yang paham dan menerapkannya, tetapi dari keluarganya, tetangga dan warga di sekitar lingkungan mereka,” pungkas Abdul Harris Bobihe. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah