vaksin basi di indonesia

RADARDEPOK.COM – Lebih dari sejuta dosis vaksin virus Korona (Covid-19) di Indonesia yang akan memasuki masa kedaluwarsa pada akhir Januari 2022.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, jutaan vaksin Covid-19 itu mayoritas merupakan vaksin donasi dari luar negeri yang memiliki masa kedaluwarsa lebih singkat, yakni pada masa 3-6 bulan.

Sehingga, menurutnya tidak membuang-buang anggaran negara. Sementara stok vaksin Covid-19 terkini yang sudah dibeli dan sebagian tiba di Indonesia sisa 150 juta dosis.

“Di bulan Januari ini mungkin akan ada lebih dari sejuta dosis yang akan expired sampai akhir [Januari],” kata Budi.

Budi menyebut, stok vaksin menuju kedaluwarsa yang paling banyak ditemukan di Pulau Jawa, lantaran pasokan vaksin di Jawa juga lebih banyak dari daerah lainnya di Indonesia. Kendati demikian, Budi belum bisa memberikan detail jumlah vaksin Covid-19 tersebut.

Baca Juga : Ini yang Menyebabkan Wisma Makara UI Akan Kembali Dibuka Lagi untuk Pasien Covid-19

“Nah, itu sudah kita identifikasi, itu yang kita dorong. Itu sebabnya juga mengapa vaksin booster kita dorong supaya bisa menghabiskan vaksin yang mau expired,” imbuhnya.

Budi kemudian menjelaskan, masalah vaksin kedaluwarsa mulai mengalami peningkatan pada Desember 2021. Ia menyebut, belakangan ini Indonesia menerima banyak vaksin hibah lantaran kecepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia cukup bagus.

“Jadi kita masih punya stok 150 juta vaksin, kemampuan 50 juta itu 5-6 minggu. Jadi kita masih ada 3-4 bulan stok, sebenarnya cukup banyak,” ujar Budi.

Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Senin (17/1) Pukul 12.00 WIB tercatat, yakni 176.629.941 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 119.992.852 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 84,81 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 57,62 persen. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya