umrah
ILUSTRASI : Jamaah Umroh Kota Depok saat bersiap untuk menunaikan ibadah ke tanah Arab Saudi. Umroh di masa pandemi membuat biaya tembus hingga Rp50 juta.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kabar baik telah mewarnai hati para jamaah umrah tanah air. Dalam waktu dekat, mereka sudah diperbolehkan bertolak ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah. Hal ini setelah Pemerintah Pusat telah mengizinkan keberangkatan jamaah.

Namun siapa sangka, biaya yang dipatok bisa dua kali lipat atau senilai Rp40 juta sampai Rp50 juta. Karena ada biaya tambahan, seperti karantina hingga test kesehatan yang harus dilalui, setelah maupun sebelum menunaikan ibadah umrah.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Hasan Basri membenarkan, keberangkatan untuk jamaah umrah sudah diperbolehkan dengan regulasi serta peraturan yang baru di masa pandemi Covid-19.

“Iya sudah diperbolehkan, kami lagi komunikasi dengan penyedia travel umrah soal peraturan dan regulasi yang baru,” jelasnya kepada Radar Depok, Rabu (12/1).

Terkait jumlah jamaah umrah asal Depok, Hasan masih belum bisa memastikan. Masih dalam rekapitulasi bersama dengan travel yang ikut serta dalam keberangkatan.

Tapi dipastikannya, biaya umrah akan bertambah besar karena adanya kebijakan karantina maupun test kesehatan, seperti swab dan PCR. Biaya karantina di setiap negara pun beragam, mulai dari satu juta hingga dua juta dalam satu malam. “Kebutuhan karantina itu kan bukan cuma semalam, bisa lima hari sampai satu minggu,” tambahnya.

Hasan menekankan, sampai saat ini belum mengetahui berapa biaya pasti untuk satu jamaah umrah. Namun yang dipastikan akan ada penambahan biaya, karena biaya umroh sebelum pandemi berbeda dengan biaya umroh saat pandemi.

Perlu diketahui, satu kelompok yang telah diberangkatkan umroh oleh pemerintah adalah pihak penyelenggara (travel) yang bertujuan untuk melihat regulasi dan peraturan yang dilakukan selama kegiatan umrah berlangsung. “Jadi jamaa belum ada yang berangkat ya. Kemarin yang diberangkatkan itu masih pihak penyelenggara umroh,” papar Hasan.

Dilokasi terpisah, Koordinator Umroh Travel Ummu Quro, Kosasih menyampaikan, biaya umrah dipastikan akan jauh lebih mahal karena harus melakukan tiga kali karantina di setiap Negara transit sebelum tiba di Arab Saudi.

“Jadi harus karantina di beberapa negara termasuk arab saudi. Misalnya pertama di negara transit seperti Singapura, lalu di Arab Saudi. Sebelumnya harus karantina di Indonesia dulu,” bebernya saat dikonfirmasi.

Kebijakan maupun peraturan bagi jemaah Indonesia bukan perkara di biaya semata, melainkan memakan waktu yang sangat lama karena adanya karantina di beberapa negara.

Biasanya menunaikan ibadah umroh hanya memakan waktu lebih dari 7 hari. Kini, dengan adanya peraturan tersebut harus memakan waktu hampir satu bulan. “Kalau karantina harus tujuh hari, dilakukan di tiga negara, berarti butuh berapa hari untuk menyelesaikan umroh,” ungkap Kosasih.

Travel yang dikelola Kosasih sampai saat ini menyisakan 150 jamaah yang belum diberangkatkan umroh. Setiap jamaah juga enggan menarik kembali biaya umroh, justru jamaah berencana akan menambahkan biaya bila diharuskan karantina dan tes kesehatan sebelum tiba di tanah arab.

Dari informasi yang dihimpun web resmi milik Kementrian Agama (Kemenag) RO biaya umrah selama pandemi Covid-19 pada 2022 berkisar Rp28 juta. Biaya tersebut masih murni untuk kebutuhan umroh, belum termasuk biaya karantina, test kesehatan, serta penambahan biaya transportasi karena jumlah jamaah dibatasi.

Nantinya sebelum berangkat, para jamaah akan menjalani karantina di Asrama Haji sela 1×24 jam. Selama karantina akan dilakukan Screening, yang meliputi cek kesehatan, pemeriksaan sertifikat vaksin setiap jamaah, dan dilakukan PCR oleh RS yang direkomendasikan Saudi Arabia.

Screening kesehatan ini menjadi standar yang harus dijalani para jamaah umroh demi tercapainya umroh tanpa terpapar Covid 19. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro